Selasa, 26 Februari 2008

Gara-Gara Cermin

Ada satu keluarga, terdiri dari ayah, ibu, Tommy anak laki-laki mereka dan istrinya. Mereka tinggal di tengah hutan dan hampir tidak disentuh modernisasi. Suatu saat, anak laki-laki mereka sementara berkebun dan dia menemukan sepotong cermin. Dia membersihkan kotoran dari cermin itu dan terkejut ketika melihat ada wajah yang lain di hadapannya.
Tommy: “Wah, ini ko sudah sa pu teman ini”.
Dia terus mendekap cermin itu. Setibanya di rumah, dia terus memandang wajah temannya di cermin itu. Malamnya waktu mau tidur, dia melihat kembali ke cermin itu,
Tommy: “Tong tidur sudah, sa ngantuk skali. Slamat tidur”.
Istrinya mendengar dia bicara sendiri dan ingin tahu, suaminya bicara dengan siapa. Istrinya masuk ke kamar dan mendapatkan cermin dalam pelukan sang suami. Cermin itu diambilnya dan dihadapkan ke wajahnya. Pada saat melihat wajahnya di cermin, dia kaget dan menangis.
Istri Tommy: “Ooooo… kaka, ko sudah punya perempuan lain. Ko dari tadi bicara dengan dia, ko tra perlu dengan sa lagi. Ooooo kaka….”.
Ibu mertuanya mendengar dia menangis
Ibu Tommy: “Ada apa, kenapa ko menangis malam-malam ka?”
Istri Tommy: “Adoooo mama, sa pu laki ni dia sudah ada perempuan lain, ini coba mama lihat”
Sambil terus menangis dia menyerahkan cermin itu kepada mertuanya. Waktu mertuanya melihat ke cermin itu, mertuanya kaget setengah mati dan ikut menangis
Ibu Tommy: “Adooeee anak, ko kenapa pu perempuan lain. Ko pu istri cantik lagi baru mengapa ko mau deng perempuan tua keriput macam begini?... Ko su terlalu skali anak…”
Suaminya dengar dia menangis, trus datang tanya:
Ayah Tommy: “Mama, kenapa ko menangis ka? Ribut saja tengah malam ini.”
Ibu Tommy: “Oooo…… Papa, coba ko lihat ko pu anak laki-laki ini, dia sudah pu perempuan lain, baru perempuan tu su lia tua skali papa…… padahal dia pu bini masih cantik begini, kenapa dia mau dengan perempuan ini”,
sambil tunjuk tu cermin. Suaminya ambil cermin itu dan melihat wajahnya di sana,
Ayah Tommy: “Aeeee, kam dua stop sudah. Jadi dari tadi ko deng ko pu anak mantu tu marah-marah cuma gara-gara laki-laki tua ini?”

1 komentar:

Anonim mengatakan...

mantap boossss ada caritera lain kaseng

Sampah Ambon