Kamis, 28 Februari 2008

Kita Hidup Hanya Sekali

Tidak jadi masalah seberapa banyak manusia berdoa atau memohon, ketika kita harus mati, ya kita mati dan ketika kita belum berbuat sesuatu pada saat itu, kita tetap tidak dapat melakukannya. Manusia hidup dalam keterbatasan, termasuk batas kehidupan seseorang tidak peduli siapap pun dia. Tetapi bagaimanapun, ada makna yang muncul dari kehidupan dan jalan-jalannya dan menjadi pilihan bagi setiap orang dalam menghidupi kehidupan. Jadi, ketika kita berpikir tentang sesuatu, cobalah untuk melakukannya. Ketika kita dapat menggapainya, kita dapat menikmatinya dalam kepuasan hidup. Setiap orang akan merencanakan yang terbaik dalam hidupnya, pengembangan karier, kepercayaan diri dan lainnya. Karena itu, gunakan kesempatan sebaik mungkin tanpa harus dikatakan sebagai oportunis karena kesempatan yang diambil muncul dari idealisme tentang pengembangan diri. Jadikan kritikan sebagai vitamin yang dapat menyehatkan jiwa dan semangat kita. Jangan menyerah selama otak kita masih bisa berfungsi, jantung masih berdetak, nafas masih terhembus, selama belum mati. Karena ketika mati, impian kita bukan lagi apa-apa karena kita hidup hanya sekali.

Tidak ada komentar: