Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari Maret, 2008

Refleksi Jumat Agung

Membicarakan kematian adalah hal yang tidak mungkin bagi kita. Kenapa? Karena kita belum pernah mengalami hal itu atau kalau sudah ada yang pernah mengalami kematian, mereka tidak dapat dijadikan informan kunci dalam upaya-upaya penyelidikan yang sifatnya ilmiah tentang pengalaman kematian. Jadi, pengalaman kematian tidak dapat didekati secara empiris karena memiliki kesulitan epistemologis tersendiri.

oleh karena . . . .


Oleh karena itu, agama kemudian dibiarkan berbicara tentang kematian karena pada intinya agama itu menyangkut iman dan iman itu tidak perlu dibuktikan secara empirik. Iman adalah sebentuk keyakinan yang lahir karena pengharapan tentang sesuatu yang lebih baik. Iman dapat menjadi faktor penyebab bagi tindakan-tindakan kemanusiaan yang dapat dikaji secara empirik, tetapi lebih dari itu, iman kemudian menjadikan manusia berpengharapan pada tentang keadaan sesudah mati.
Kematian Yesus menjadi contoh bahwa siapapun dia, manusia, tetap akan mati. Untuk memunculkan keilahian…

Anda Mau Jadi Pemimpin Besar?

Anda tahu 3 hal penting yang dapat menjadikan anda sebagai pemimpin besar? Mau tahu?? .............................
silahkan


Pada tahun 2000, saya mendapat kesempatan berangkat dari Ambon ke Denpasar Bali untuk mengikuti Kongres Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI). Memang kesempatan itu tidak pernah datang dua kali dan dalam tiap kesempatan, kita dapat belajar dan memahami tentang diri kita dan posisi diri kita berhadapan dengan orang lain dalam suatu komunitas. Saya kembali teringat Heidegger yang berbicara tentang “Pengalaman” sebagai suatu proses keluar untuk belajar dan menemukan dalam peristiwa-peristiwa objektif sehingga secara sadar mempengaruhi inti terdalam kemanusiaan.
Seperti biasa, suasana Kongres suatu organisasi kemahasiswaan apalagi pada aras nasional memang sarat dengan kepentingan dan kepentingan itulah yang kemudian dapat mengombang-ambingkan kesadaran sehingga bisa saja terjadi pembalikkan nilai dari apa yang diyakini benar pada awalnya, menjadi salah dan seba…

Diskusi Menarik Dalam Room Chatt dengan Kabaressi@blogspot.com

Awalnya Tema yang dibicarakan itu seputar lyrik lagu Naruwe dan kemudian berkembang... silahkan diikuti

saya: ada online ka bos?
Dikirim pada 18:44 di hari Senin

saya: beta usahakan kirim VCDnya bos. Beta ingat ada salah satu filsuf (lupa namanya) yang bilang "Dalam Tuhan Kita Percaya, Yang Bukan Tuhan Harus Datang Bawa Data".. Hehehehe

Steve: iyo kirim akang dolo tamang. supaya ktong bisa orgasme sadiki



saya: hahahaaaa.... orgasme kombali.. Mantap bos, beta kirim
Beta ada komentari gagasan bos tentang ..... cape deh.??
Dikirim pada 18:47 di hari Senin

Steve: fenomena industri rekaman musik pop di ambon menarik untuk dikaji. beta kira kalo ale tertarik studi filsafat di UGM itu bisa menjadi bahan kajian yang menarik.
sudah. beta su lia akang dan su balas komentarnya.
Dikirim pada 18:50 di hari Senin

saya: Tergantung dari yang digantung bu... artinya itu bisa jadi kajian bersama dan beta mau ke Ambon tanggal 15, beta coba cek (jaring sedikit data tentang itu dari beberapa orang)...
Dikir…

Dengan Paul F Knitter

Gimana rasanya ketika anda mengagumi pekerjaan seorang yang terbilang expert di bidangnya dan pada suatu waktu, anda berkesempatan untuk bertemu langsung dengan orang itu? Rasa itu pasti sulit diucapkan dengan kata-kata. Itu juga yang saya alami ketika bertemu dengan salah seorang Profesor yang saya kagumi lewat pemikiran serta pekerjaannya di bidang Teologi Agama-Agama, Prof. Paul F. Knitter dari Xavier University, Cincinnati, Amerika Serikat. Beliau adalah penulis buku One Earth Many Religion dan No Other Names? Pertemuan saya dengan beliau terjadi pada bulan September 2004 ketika Program Pascasarjana Sosiologi Agama Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga menyelenggarakan Seminar Internasional dengan Topik: "Religious Dialogue and Global Responsibility".



Dari Kiri ke Kanan:
Saya, Prof. John Titaley (Rektor UKSW waktu itu), Prof. Paul F. Knitter, Bpk. Nico Likumahuwa (beliau yang menerjemahkan buku One Earth Many Religion ke dalam bahasa Indonesia), Izaak Lattu, M.A (sala…

Orgasme Intelektual

Entah siapa yang memunculkan pertama kali terminologi ini, tetapi seingat saya pada tahun 2004 (waktu itu saya masih menimba ilmu di Program Magister Perdamaian dan Resolusi Konflik UGM - tidak sampai thesis karena biaya), dan teman-teman yang lain sementara mengambil S2 juga di program Sosiologi Agama UKSW Salatiga, istilah ini sudah biasa kami gunakan kalau lagi berkumpul dan membahas sekian banyak hal tentang studi kami masing-masing.... Weeeewwww.... Kalau orgasme seksual saja sudah nikmat demikian rupa, apalagi orgasme intelektual bagi orang-orang yang memang benar-benar jatuh cinta dengan hal itu...



Beta ingat sekitar Januari 2004, tiba di Yogyakarta dan kuliah dimulai Pebruarinya. Maret atau April, teman-teman dari Ambon sudah tiba di Salatiga untuk melanjutkan studi juga. Mereka itu Bung Elifas Maspaitella, Bung Novi Salenussa, Bung Nus Sahureka, seng lupa Bapak Louis Ubra, dan beberapa teman lainnya. Karena jarak Yogyakarta-Salatiga tidak terlalu jauh, hampir tiap bulan beta m…

ARISAN PENELITIAN: Masing-Masing Kita pun Dapat Mengubah Dunia

Kalau selama ini yang kita dengar tentang arisan itu selalu tentang konsumsi, sampai pada arisan dengan bayaran cowok (coba tengok film ARISAN), maka muncul ide dari beta untuk bikin ARISAN PENELITIAN. Ide ini lahir dari keinginan sebagai anak Maluku yang jauh dari Maluku untuk biking sesuatu buat Maluku. Mudah-mudahan bisa ada yang berkomentar guna kelanjutan ide ini.



Saya belum pernah membaca buku tulisan Bill Clinton, mantan presiden Amrik itu, tetapi pernah ikuti pembicaraannya di Oprah Winfrey Show. Ia menulis buku dengan judul GIVING: How Each Of Us Can Change The World. Bahwa kita masing-masing memiliki kemampuan untuk mengubah dunia. Dari situ sebenarnya telah memunculkan gagasan dan ide yang ingin saya share dengan teman-teman semua.
"Katong seng bisa biking apa-apa lai kalo su jauh dari tanah asal" - Itu seng batul. Ternyata katong masih bisa biking sesuatu yang bermanfaat, tetapi dengan idealisme yang mesti dibiasakan. Bukankah pembiasaan menuju kebaikan sebagai ide…

Studi S2, tidak bisa ditunda lagi

Sudah hampir 3 tahun di Papua, bekerja dengan mengandalkan kemampuan S1 sangat tidak memadai. Oleh karena itu, tahun ini tidak bisa ditunda-tunda lagi langkahku untuk studi S2. Apalagi sesuai dengan UU No. 14 Thn. 2005 Pasal 45, bahwa semua yang berprofesi sebagai dosen di tingkat D3 dan S1 paling rendah harus berpendidikan setingkat S2.
Pilihan harus dijatuhkan dan akhirnya jatuh pada S2 Filsafat UGM. Mudah-mudahan Tuhan berkenan supaya saya dapat menjalani perencanaan-perencanaan ini dengan baik. Mohon doa restu semuanya.

GENINESIX

Geninesix itu Generasi '96. Geninesix adalah nama angkatan 1996 pada Fakultas Filsafat Teologi Universitas Kristen Indonesia Maluku. Beta coba kumpul dorang punya foto, tapi yang beta dapat cuma katong punya foto waktu piknik di Natsepa tahun 2006 lalu. Waktu itu beta sempat pulang dan teman-teman belum ke tampat tugas masing-masing.
Dari kiri ke kanan: Agustinus Luhukay (Nyong Paperu ini sementara Vikaris di Itawaka sana); Agustinus Lopuhaa (Nyong Porto ini s'karang jadi dosen di Politeknik Negeri Ambon); Herlin Tallane (Nona Boy ini s'karang jadi Pendeta di Merauke); Grace Berhitu (Nona Akoon ini s'karang jadi Pendeta di Ambon); ini yang kemarin lupa dia namanya Merianus Sihasale alias Utheng (laki-laki Porto skarang su jadi Pa Pendeta di Ambon juga); Claudia Puttiruhu (Nona Hatalai ini s'karang jadi guru di Ambon); Selomi Jongnain (Nona Kei ini s'karang sudah ada di Holland); Yesayas Polnaya (Nyong Paperu ini s'karang jadi guru di Ambon); Jusnick Anamofa …

Beta Minta Rokok Saja Bosss

Ada penawaran kepada 3 orang untuk menikmati kehidupan di bulan selama 1 bulan penuh. Banyak orang yang mendaftar dan ikut seleksi. 3 orang yang lulus seleksi berasal dari Amerika Serikat, Afrika Selatan dan Indonesia. Yang mewakili Indonesia adalah nyong Ambon ganteng satu orang. Dorang b’rangkat dengan penuh semangat. Lewat 1 minggu, Panitia dari bumi cek ke bulan, kalau-kalau ada permintaan yang bisa diantarkan ke sana.

Panitia : “Kami mau mencheck, kalau-kalau ada permintaan dari saudara bertiga yang harus kami antarkan ke bulan guna bekal 3 minggu sisa ini?”
Amerika Serikat: “Saya mau Hamburger saja”
Afrika Selatan: “Kalau saya daging kaleng saja”
Indonesia: “Kalo beta, Rokok Sampoerna saja boossss”

Ketika mendengar permintaan, maka panitia pun menyiapkan dan mengirimkan masing-masing 1 palka Hamburger, 1 palka daging kaleng dan 1 palka Rokok Sampoerna dengan pesawat ulang-alik.
Satu bulan kemudian, mereka kembali ke bumi. Panitia menanyakan kepada masing-masing:

Panitia: “Bagaimana pe…

Mahamuda Maluku di Papua

Hari Sabtu kemarin (1 Maret 2008) anak-anak Mahamuda Maluku yang berada di Jayapura Papua melakukan kegiatan dengan nama Enjoy Party



Kegiatan yang dorang bikin itu ada 3,
1. 3on3 streetball
2. Freestyle motorcycle
3. Battle Dancer

Pokoknya seru banget.... anak-anak Maluku di Jayapura ternyata seng kalah dari yang ada di tempat lain.