Sabtu, 08 Maret 2008

ARISAN PENELITIAN: Masing-Masing Kita pun Dapat Mengubah Dunia

Kalau selama ini yang kita dengar tentang arisan itu selalu tentang konsumsi, sampai pada arisan dengan bayaran cowok (coba tengok film ARISAN), maka muncul ide dari beta untuk bikin ARISAN PENELITIAN. Ide ini lahir dari keinginan sebagai anak Maluku yang jauh dari Maluku untuk biking sesuatu buat Maluku. Mudah-mudahan bisa ada yang berkomentar guna kelanjutan ide ini.



Saya belum pernah membaca buku tulisan Bill Clinton, mantan presiden Amrik itu, tetapi pernah ikuti pembicaraannya di Oprah Winfrey Show. Ia menulis buku dengan judul GIVING: How Each Of Us Can Change The World. Bahwa kita masing-masing memiliki kemampuan untuk mengubah dunia. Dari situ sebenarnya telah memunculkan gagasan dan ide yang ingin saya share dengan teman-teman semua.
"Katong seng bisa biking apa-apa lai kalo su jauh dari tanah asal" - Itu seng batul. Ternyata katong masih bisa biking sesuatu yang bermanfaat, tetapi dengan idealisme yang mesti dibiasakan. Bukankah pembiasaan menuju kebaikan sebagai idealisme itu adalah hal yang sangat bermoral (Aristoteles bilang bagitu)....
Hasil pemikiran manusia untuk mensiasati kenyataan hidupnya telah melahirkan budaya baru yang juga mempengaruhi katong samua. Budaya itu adalah budaya digital (walaupun katong masih dipengaruhi cuma sebagai downloader di dunia maya ini, seng apa-apa). Kesempatan ini juga bisa menjadi kekuatan for katong yang jauh dari tanah air untuk bikin sesuatu buat Maluku tercinta. Dalam idealisme itu, beta sementara berpikir membentuk kelompok ARISAN PENELITIAN.
Idenya adalah bahwa selama ini orang membayar arisan bulanan dan hasilnya digunakan untuk konsumsi, dapatkah kita membayar secara bulanan yang hasilnya (ketika kita dapat arisan) digunakan untuk membiayai penelitian tentang apa saja di Maluku.
Untuk teman-teman dosen di PTS misalnya, tiap tahun menjelang bulan Maret akan berebut bantuan Penelitian DIPA DIKTI yang 3 jt rupiah itu. Ada yang lolos, ada juga yang seng lolos, karena di Kopertis Wilayah XII Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat, tiap tahun dapat jatah hanya untuk 30 orang. Dari 30 orang itu akan dibagi merata kepada 4 propinsi ini. Jadi hitung saja tiap tahun teman-teman dosen di PTS dari Maluku dapat jatah berapa dari biaya penelitian Kopertis itu...?
Ada sekian banyak teman yang mau meneliti, tetapi terkendala dengan biaya. Katong bisa bikin komunitas itu dan juga sediakan jalan-jalan untuk publikasi (Pertama untuk sharing ilmu pengetahuan dengan masyarakat, kedua guna kredit fungsional tentu saja). Katong yang ada di luar Maluku cuma mensupport dan membiayai saja teman-teman yang ada di Maluku untuk bikin penelitian tentang Maluku. Kalo katong mau dibiayai oleh Komunitas arisan ini, maka katong yang di luar Maluku harus bikin penelitian tentang Maluku, bila perlu pulang teliti di Maluku.
Ide ini sementara digagas oleh beberapa orang, mudah-mudahan ada yang juga mau berkomentar untuk menambah gagasan.
Tetapi satu hal, Katong mungkin seng akan tarima orang yang mau sumbang saran dan doa restu saja, artinya: YANG MAU JADI ANGGOTA KOMUNITAS INI ADALAH YANG BENAR-BENAR MAU MEMBAGI BERKATNYA YANG TUHAN SUDAH BERIKAN TIAP SAAT ITU KEPADA ORANG LAIN DEMI KEMAJUAN BERSAMA KATONG PUNG BASUDARA DI MALUKU. KALAU CUMA MAU SUMBANG SARAN DAN DOA RESTU, GABUNG JUA DENG KOMUNITAS LAENG.
Mudah-mudahan katong bisa bajalang segera, supaya tahun ini sudah ada orang yang bisa katong biayai penelitiannya....

Tidak ada komentar:

Sampah Ambon