Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2009

TEOBLOG: Agen Epistemik Moral

Seluruh makhluk hidup di muka bumi ini saling berhubungan dengan tata caranya tersendiri termasuk manusia. Saling ber-relasi adalah kebutuhan mendasar bagi individu-individu di dalam kelompok-kelompoknya masing-masing, antara kelompok dengan kelompok lain, dan sebagainya. Oleh karena itu, kemampuan dan sarana komunikasi untuk berbagi informasi pun disesuaikan dengan situasi dan perkembangan dari waktu ke waktu. Salah satu media yang saat ini memegang peranan penting bagi kehidupan manusia adalah komputer dengan jaringannya yang disebut internet.


Sejak internet diperkenalkan dan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, informasi dihasilkan dan dikonsumsi dengan tiada batasnya. Internet menjadi elemen kunci bagi masyarakat abad ini khususnya dalam bidang informasi dan komunikasi. Masyarakat baru pun terbentuk tanpa batas, yaitu masyarakat internet yang memanfaatkan teknologi informasi sebagai sarana berkomunikasi dengan aturan-aturan yang hanya dapat dipahami sendiri. Mereka yang tidak …

RAPIA HAINUWELA: Asal-Muasal Perpecahan di Nunusaku (Versi Negeri Amahai)

Suatu mitos atau cerita yang diyakini benar adanya oleh suatu kelompok masyarakat tertentu yang berhubungan dengan jati diri dan identitas masyarakat itu dapat saja hadir dengan versi-versi yang berbeda.
Setelah saya menelusuri cerita tentang Nunusaku dan pemencaran masyarakat keluar dari tempat sakral pertama itu, maka cerita tentang Rapia Hainuwela / Hainuwele mendapat tempat yang utama sebagai asal-muasal terpencarnya masyarakat itu. Cerita ini pun hadir dengan versi-versi yang berbeda tetapi memiliki alur dan konteks yang sama.
Saya hendak menghadirkan versi Rapia Hainuwela menurut Cerita dari Negeri Amahai, seperti ini:

Nunusaku atau Beringin Sakti adalah salah satu tempat di pusat pulau Seram yang diyakini sebagai tempat asal manusia di seantero Maluku oleh orang-orang Maluku. Dinamakan Nunusaku karena pada tempat itu tumbuh sebatang pohon beringin yang sakti, yang sulit ditemukan oleh orang-orang yang bukan asli Nunusaku. Dari Nunusakulah terpancar ke luar, ke berbagai tempat di M…

How To? PHK DAN SOLUSI CERDAS TERHADAPNYA

Ada indikasi bahwa Pemutusan Hubungan Kerja secara sepihak dari pihak Perusahaan tempat bekerja terhadap para karyawannya di tahun 2009 ini akan meningkat dengan tajam. Hal itu disebabkan karena ketidakmampuan perusahaan membiayai para pekerjanya. Ketidakmampuan itu disebabkan karena keuntungan yang diperoleh perusahaan menurun drastis. Keuntungan yang menurun drastis itu disebabkan karena produk yang mereka hasilkan kurang laku di pasaran. Produk mereka kurang laku di pasaran karena daya beli konsumen yang menurun. Daya beli konsumen menurun karena mereka mengalami krisis keuangan baik secara pribadi maupun keluarga. Konsumen mengalami krisis keuangan karena mereka tidak lagi bekerja atau bahkan kena PHK juga di tempat atau negaranya. Mereka kena PHK karena . . . . dan alasan-alasan itu akan terus berputar bagaikan lingkaran tak berujung.
Pertanyaannya, adakah solusi cerdas untuk mengatasi pengangguran yang kian banyak dan membludak di Indonesia itu? Banyak pihak menawarkan solusinya…

Kapal Mogok dan Terkandas di Pantai Kailolo: Gambaran Layanan Jasa Transportasi Laut di Maluku yang Belum Profesional

Di atas adalah gambar salah satu kapal cepat, KM. Surya Gemilang ....? yang terkandas di pantai Kailolo.


Di atas adalah gambar 2 speed boat yang mencoba menarik kapal yang kandas (sayangnya tidak bergerak).

Ceritanya, tanggal 27 Desember bersama istri pulang kampung ke Amahei. Tidak sampai tahun baru di Amahei, tanggal 30 Desember 2008, kami sudah kembali ke Ambon. Perjalanan ke Ambon menggunakan kapal cepat (saya lupa namanya, kalau tidak salah KM Surya Gemilang ...?). Yah, anak laut yang sudah lama tidak melaut jadi asyik-asyik aja. Kami berangkat sekitar jam 8 pagi waktu setempat dengan tujuan Tulehu. Informasinya perjalanan itu akan kami tempuh sekitar 2 jam. Berarti jam 10 pagi sudah tiba di Tulehu dan lanjut ke rumah mertua di Lateri.
Kami menikmati perjalanan itu karena lautan tenang dan tidak berombak. Tetapi begitu melewati depan negeri Pelauw, kapal mulai melambat dan akhirnya berhenti sama sekali sebelum masuk negeri Kailolo. Awalnya kapal berhenti di tengah laut, tetapi kare…