Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari Juni, 2010

MANUSIA SEBAGAI INDIVIDU DISKURSIF: Manusia dalam Pemikiran Filsafat Jürgen Habermas

Pertanyaan tentang apa dan siapa manusia adalah pertanyaan yang kadang menggelitik, namun sulit ditemukan jawaban yang persis. Pertanyaan itu menggelitik bagi orang-orang yang merasakan tidak perlu bertanya tentang dirinya sendiri karena dalam kesehariannya, ia lebih memahami dirinya dengan penghayatannya sendiri. Oleh karena penghayatan itulah, maka ketika kemanusiaannya dideskripsikan tidak ada lagi hal yang dapat dihayati, karena telah ada proses pengambilan jarak dari diri sendiri. Bagaimana cara mengambil jarak dari diri sendiri adalah proses yang menggelitik bagi mereka. Namun, tidak sedikit orang yang mencoba berjarak dari dirinya sendiri dan berupaya mendeskripsikan hakekatnya sebagai manusia dan hubungannya dengan semua hal yang melingkupinya. Orang-orang yang memposisikan diri untuk berjarak dari dirinya sendiri ini adalah para pemikir atau filsuf yang mencoba mempertanyakan semua hal, bahkan sampai tentang siapa dirinya.

Mengapa pertanyaan-pertanyaan dan kajian-kajian tentan…

Gong Perdamaian dan Konflik Timur Tengah

Terhadap suatu masalah, semakin banyak perspektif semakin baik dan menambah kekayaan. Masalah di Timur Tengah, khususnya konflik Israel-Palestina memang pelik dan tidak dapat begitu saja direduksi sebagai hal yang sederhana. Ada berbagai aspek kepentingan dengan tingkatan-tingkatan tersendiri yang membuatnya sangat rumit. Hal sederhana yang dapat ditarik dari konflik itu adalah lunturnya nilai kemanusiaan.
Dari sana, saya sedikit melihat dari jendela lain, yaitu jendela simbol-simbol. Pernah suatu waktu dalam sejarah, 25 November 2009, Gong Perdamaian Dunia dipasang di bekas terminal Pelita Kota Ambon. Istilah "Gong Perdamaian Dunia" memang tidak main-main karena ada sejarahnya tersendiri. Dahsyatnya Bom Bali I menjadi inspirasi para seniman cinta damai di Jepara untuk membuat duplikat-duplikat dari sebuah gong raksasa yang telah berusia sekitar 450 tahun milik dari Ibu Musrini, keturunan ketujuh pembuat gong, yang tinggal di Desa Plajan, lereng Barat Gunung Muria. (menarikny…

Komite Inovasi Nasional dan Pengetahuan Lokal

Ada dua komite yang dibentuk oleh pemerintah, yaitu Komite Ekonomi Nasional (KEN) dan Komite Inovasi Nasional (KIN). Dalam catatan ini, saya tertarik dengan keberadaan KIN karena tugas yang diberikan oleh pemerintah kepadanya.
Tugas KIN dibagi ke dalam tugas jangka panjang dan tugas jangka menengah (tugas ini dipaparkan oleh SBY dalam arahan kepada para anggota KEN dan KIN beberapa waktu lalu).

Tugas jangka panjang:
1. Inovasi yang dilaksanakan berkaitan dengan budaya, yaitu mengubah nilai, "mindset" atau cara pandang dari "innovated society" menjadi "innovation nation". Untuk itu, diperlukan "knowledge society", masyarakat yang berpengetahuan.
2. Membangun gaya hidup yang ramah lingkungan.
3. Membangun "entrepreneurship" sehingga tercipta lapangan pekerjaan.
4. Membangun masyarakat yang kreatif dan inovatif dengan penggunaan teknologi.

Tugas jangka menengah:
1. Menjaga ketahanan energi, pangan dan air.
2. Membangun "intellectual curiosity…

"Green Zone" dan Politik Luar Negeri Amerika

"Green Zone", diartikan sebagai wilayah hijau dalam pengertian lingkungan hidup. Tetapi dalam pengertian perang, "Green Zone" berarti wilayah aman di mana orang dapat melakukan aktifitas mereka tanpa harus merasa terganggu oleh pertempuran-pertempuran di sekeliling mereka. "Green Zone" berarti surga di tengah neraka peperangan. Itulah yang dapat saya petik dari film yang saya tonton karena haus akan hiburan penyeimbang hidup.
Tepatnya dua hari yang lalu, ketika ini otak sudah tidak mampu lagi berinteraksi dengan buku, saya memutuskan keluar sebentar dari rutinitas itu dan mencari hiburan. Bingung mau kemana, saya memutuskan untuk menonton film saja. Siapa tahu ada film bagus dan baru yang dapat dilahap. Tiba di depan pintu masuk salah satu bioskop terkenal di Jogja, melihat daftar film yang ditayangkan, pilihannya jatuh pada "Green Zone". Bukan karena ceritanya, tetapi karena ada Matt Damon, aktor mantap yang filmographynya juga mantap. Sudah ter…

What The World Needs Now Is Love

Ada lagu yang tak pernah bosan kudengar.

Judulnya "What The World Needs Now Is Love"
Liriknya seperti di bahwa ini:

What the world needs now is love, sweet love
It's the only thing that there's just too little of
What the world needs now is love, sweet love
No not just for some but for everyone.

Lord, we don't need another mountain
There are mountains and hillsides enough to climb

There are oceans and rivers enough to cross
Enough to last till the end of time.
What the world needs now is love, sweet love
It's the only thing that there's just too little of.

What the world needs now is love, sweet love
No, not just for some but for everyone.

Lord, we don't need another meadow
There are cornfields and wheat fields enough to grow
There are sunbeams and moonbeams enough to shine
Oh listen, lord, if you want to know.

What the world needs now is love, sweet love
It's the only thing that there's just too little of.

What the world needs now is love, sweet love
No, not just …

Perdebatan Kreasionisme dan Evolusionisme yang tak kunjung selesai

Dalam salah satu milis yang saya ikuti, ada undangan seminar tentang Iman dan Ilmu yang akan diselenggarakan oleh Perkantas pada 24 Juli 2010 dengan topik "Menyingkap Kebenaran di Balik Teori Evolusi".

Berbicara tentang Iman dan Ilmu memang tidak akan pernah ada habisnya. Kedua hal itu adalah bagian tak terpisahkan dari hidup manusia. Ketika muncul pertanyaan-pertanyaan kritis, jawaban tentang perbedaan di antara keduanya akan dengan segera dimunculkan, tetapi persamaannya cukup sulit dikemukakan. Sampai saat ini para pemikir masih mencari-cari, sintesis yang tepat untuk keduanya.

Darimana masalah ini berawal? Mungkin ada banyak jawaban untuk itu, tetapi saya mencoba melihatnya dari kacamata kosmologis. Ada hal yang tidak dapat dipungkiri bahwa sejak para filsuf berhasil melakukan "demitologisasi" tentang keberadaan kosmos, maka persoalan yang panjang dan berbelit-belit pun muncul. Persoalan itu adalah tentang masa-masa awal dan masa-masa akhir kosmos. Pertanyaan yan…

Krim Pemutih (soft racism)

Peristiwa ini terjadi beberapa hari yang lalu ketika saya hendak membeli kemeja untuk persiapan ujian komprehensif di salah satu mall jalan Malioboro.

Lupa membawa uang, saya berencana menuju belakang mall untuk mengambil uang tunai dari mesin ATM di sana. Ketika mendekati pintu, tangan saya dipegang dengan tiba-tiba dan tanpa persetujuan, orang yang memegang saya itu (seorang SPG) langsung menggosokkan sejenis krim ke lengan saya. Belum hilang rasa terkejut saya, SPG itu sudah menarik tangan menuju konter produk yang ditawarkannya. Saya mencoba bertanya, "ada apa?" Diapun menjawab: "Begini Pak, kami menyediakan produk, semacam krim pemutih yang hasilnya kurang dari seminggu dapat dilihat. Kulit Bapak akan putih dan cerah ..... " Masih banyak kata2 rayuan yang dia lontarkan, tetapi yang terekam jelas dalam ingatan saya hanyalah kata-kata itu saja.

Saya langsung bereaksi keras ketika mendengar ucapannya itu. Saya bertanya kepada dia dengan nada sedikit tinggi: "M…