Minggu, 27 Juni 2010

Krim Pemutih (soft racism)

Peristiwa ini terjadi beberapa hari yang lalu ketika saya hendak membeli kemeja untuk persiapan ujian komprehensif di salah satu mall jalan Malioboro.

Lupa membawa uang, saya berencana menuju belakang mall untuk mengambil uang tunai dari mesin ATM di sana. Ketika mendekati pintu, tangan saya dipegang dengan tiba-tiba dan tanpa persetujuan, orang yang memegang saya itu (seorang SPG) langsung menggosokkan sejenis krim ke lengan saya. Belum hilang rasa terkejut saya, SPG itu sudah menarik tangan menuju konter produk yang ditawarkannya. Saya mencoba bertanya, "ada apa?" Diapun menjawab: "Begini Pak, kami menyediakan produk, semacam krim pemutih yang hasilnya kurang dari seminggu dapat dilihat. Kulit Bapak akan putih dan cerah ..... " Masih banyak kata2 rayuan yang dia lontarkan, tetapi yang terekam jelas dalam ingatan saya hanyalah kata-kata itu saja.

Saya langsung bereaksi keras ketika mendengar ucapannya itu. Saya bertanya kepada dia dengan nada sedikit tinggi: "Memang ada apa dengan kulit saya, apakah ada yang salah?". Diapun menjawab: "Tidak ada yang salah Bapak, kami cuma mau menawarkan produk kami, siapa tahu Bapak tertarik memutihkan kulit Bapak."
Hehehee ... saya benar-benar naik darah. Dengan kelakuan yang suka tembak langsung itu, saya mengatakan kepadanya: "Hei mbak, kulit saya ini memang gelap, dan saya lebih suka berkulit gelap. Saya tidak suka pakai krim-krim pemutih. Saya tidak suka jadi orang putih."

Ternyata, mereka memang melihat siapa-siapa saja yang dapat dijadikan sebagai kelinci percobaan alias buruan empuk dalam rangka pemutihan kulit. Beberapa orang yang memang memiliki kulit terang alias putih tidak pernah ditarik-tarik tangannya. Tetapi ketika yang melintas itu sedikit berwarna gelap, siap-siap deh jadi korban.

Apakah ini bentuk dari rasisme lunak yang melihat bahwa orang-orang berkulit gelap itu harus diputihkan? Kalau memang benar, maka strategi pasar krim-krim pemutih, apapun itu sungguh-sungguh rasis.

Kalau sampai ada lagi yang sperti itu, mudah2an jangan deh, akan kucarikan krim penghitam buat orang-orang kulit putih.

Parah ....

Tidak ada komentar: