Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari Agustus, 2010

Selamat Jalan Mama Thea (Dangke Banyak For Perhatian Selama Ini)

Hari ini datang berita, "Mama Thea Meninggal". Sedih, haru, tak kuasa menahan rasa. Aku terlalu jauh untuk menghadiri saat terakhirnya di Amahei sana. Hati ini hanya mampu berucap, "Selamat jalan Mama Thea, Dangke banyak voor perhatian dan kasih sayang selama ini, sejak Aku kecil sampai dewasa. Aku rindu ikan bakar yang Mama bakar kalo Bapa Han pulang mancing. Aku rindu suara halusmu menyapa ... 'Nyong, su makan ka balong?' ... 'Nyong kuliah bagaimana?'"

Mama Thea Sopacuaperu, kakak perempuan satu-satunya dari Mamaku Ester Sopacuaperu. Menikah dengan Bapa Han Lernaya. Satu-satunya Mama yang sangat lembut di dalam keluarga Mamaku. Suaranya halus, menyejukan. Semua kenangan bersamanya tak pernah terlupa karena kelembutannya itu. Mulai dari kecil, ketika duduk di bangku TK sampai saat ini, Mama Thea selalu jadi Mama yang lembut bagiku. Setelah tinggal di Jayapura dan saat ini berada di Jogjakarta, baru sempat 3 kali Aku mengunjungi mereka semua di Nama…

Pihak TNI di Papua Melanggar Hak Hidup Generasi Muda Indonesia

Mengejutkan sekaligus menggenaskan ketika membaca berita tentang ratusan prajurit TNI di Papua mengidap HIV. Syukurlah telah dapat diketahui, karena dengan demikian penanganan baik pengobatan maupun pendampingan terhadap mereka dapt dilakukan.

Hal yang mengejutkan dan menggenaskan itu adalah apa yang disampaikan oleh Dan Yonif 751, Letkol Inf. Tatang Subarna dalam beberapa media online seperti vivanews, lintasberita dan metronews:

''Setiap dibuka pendaftaran, pasti ada calon prajurit yang positif mengidap HIV/AIDS, bahkan jumlahnya bisa 10 persen dari total yang mendaftar yakni rata-rata 300 orang. Itu pun baru pendaftar Jayapura . . . . Kami prihatin, dalam usia yang masih sangat muda dan begitu potensial, sudah terkena virus HIV/AIDS . . . . Bagi calon prajurit yang terinfeksi, kami hanya sebatas mengatakan kepada yang bersangkutan, Anda tidak lulus kesehatan. Namun, kami tidak membeberkan jenis penyakitnya.''

Hal ini menandakan bahwa tiap saat penerimaan calon prajurit…

Sejarah Dalam Selembar Photo: Saat ini tak berarti, entah 20 tahun lagi

Sejarah selalu saja berbicara tentang peristiwa-peristiwa yang sudah membeku, jarang dibicarakan secara umum, tetapi ingin tetap ditelusuri. Sejarah selalu bicara tentang masa lalu yang penting bagi seseorang, sekelompok orang, satu golongan, satu bangsa, dll. Sejarah tidak hanya harus muncul lewat deskrisi naratif para penulis sejarah. Sejarah dapat pula dimengerti lewat gambar, foto, film dan lainnya yang dianggap sebagai evidensi atau bukti-bukti masa lampau yang masih bisa diperoleh pada saat ini. Tanpa harus dinarasikan, tiap lembar foto akan berbicara kepada orang-orang yang ada di dalamnya, lama setelah moment itu diabadikan.

Kembali ke Jogja pada 2008 (dulu pernah ada di Jogja), saya memilih untuk tinggal di kost. Tetapi seiring waktu, saya memutuskan untuk tinggal di asrama mahasiswa Elim milik GPIB Marga Mulya - Yogyakarta yang beralamat di Jl. P. Senopati no. 40, Gondomanan - Yogyakarta.

Sekitar bulan Maret atau April 2010, saya mulai menjadi penghuni asrama tersebut. Ada beb…

Hewan Sahabat Setia Manusia, "Enam Kotak" ....????

Kalau saja di depan kita ada TTS dengan pertanyaan seperti judul di atas, maka dengan segera terlintas di kepala kita adalah kata ANJING.

Ya, salah satu hewan yang paling banyak dipelihara oleh manusia adalah Anjing. Hewan ini juga menjadi favorit para penulis cerita film ketika hendak membuat film tentang hubungan manusia dengan hewan. Katakanlah cerita tentang Rin Tin Tin, 101 Dalmatians, Buddy, sampai yang terakhir adalah film tentang kesetiaan seekor Anjing yang bernama Hachiko.

Kalau dalam film-film yang lain, sang penulis cerita hendak menonjolkan anjing sebagai hewan yang pintar, maka pada film Hachiko, penulis mau menonjolkan sisi penting dari Anjing, yaitu kesetiaan.

Gambar di atas adalah Mr. B, satu-satunya Anjing yang kami miliki bersama di dalam Asrama Mahasiswa GPIB Elim Gondomanan di Yogyakarta. Terhadap siapa saja, yang sudah masuk melewati pintu gerbang asrama, dia akan senang. Kadang melompat, mencium kaki, menggosok-gosokkan tubuhnya ke kaki kita. Tetapi terhadap siap…

Belajar Semasih Hidup

Tadi siang rencananya mau jalan ke Shelter Trans Jogja di depan Istana Presiden di Jogjakarta untuk bertemu dengan seorang teman, ketika melihat hal menarik yang menurutku layak diabadikan. Seseorang yang sudah berumur, duduk selonjor di trotoar seberang BI Jalan P. Senopati sambil menulis sesuatu di atas kertas. Mulanya aku pikir itu hanyalah coretan biasa atau lagi mengisi kotak-kotak TTS alias teka teki silang. Setelah kulewati dan kuperhatikan, ternyata orang tua itu sedang berusaha menghubung-hubungkan huruf demi huruf dengan berpatokan pada huruf-huruf cetak yang menjadi contohnya. Dia berusaha menulis dengan mengikuti contoh di bagian atas kertas yang dia pakai.

Aku putuskan untuk membuat foto dari peristiwa itu. Berdiri sedikit menjauh, mengambil bidang yang lebih luas agar bisa jelas, apa yang dilakukannya dan dimana ia melakukan itu. Dia, lelaki tua itu sedang belajar merangkai huruf menjadi kata dan merangkai kata menjadi kalimat.

Menarik karena dia tidak mempedulikan sit…