Jumat, 13 Agustus 2010

Sejarah Dalam Selembar Photo: Saat ini tak berarti, entah 20 tahun lagi

Sejarah selalu saja berbicara tentang peristiwa-peristiwa yang sudah membeku, jarang dibicarakan secara umum, tetapi ingin tetap ditelusuri. Sejarah selalu bicara tentang masa lalu yang penting bagi seseorang, sekelompok orang, satu golongan, satu bangsa, dll. Sejarah tidak hanya harus muncul lewat deskrisi naratif para penulis sejarah. Sejarah dapat pula dimengerti lewat gambar, foto, film dan lainnya yang dianggap sebagai evidensi atau bukti-bukti masa lampau yang masih bisa diperoleh pada saat ini. Tanpa harus dinarasikan, tiap lembar foto akan berbicara kepada orang-orang yang ada di dalamnya, lama setelah moment itu diabadikan.

Kembali ke Jogja pada 2008 (dulu pernah ada di Jogja), saya memilih untuk tinggal di kost. Tetapi seiring waktu, saya memutuskan untuk tinggal di asrama mahasiswa Elim milik GPIB Marga Mulya - Yogyakarta yang beralamat di Jl. P. Senopati no. 40, Gondomanan - Yogyakarta.

Sekitar bulan Maret atau April 2010, saya mulai menjadi penghuni asrama tersebut. Ada beberapa peristiwa yang menurut saya penting untuk diabadikan. Perisitwa-peristiwa tersebut adalah:


Bung Ebed Lewerisa Ujian Tesis: 12 Juli 2010


Felixiano Nanuru Pulang ke Ambon: 15 Juli 2010


Bung Jery Matatula wisuda: 28 Juli 2010


Bung Cak Wenno wisuda: 07 Agustus 2010


Glory dan Wanda Matatula pulang ke Kupang: 11 Agustus 2010

Dari semua foto yang diabadikan, terkait dengan pilihan-pilihan peristiwa di asrama Elim, tidak ada foto saya. Hal itu disebabkan karena saya sendiri adalah juru foto, kalau bisa disamakan, saya adalah sejarawan yang sementara menulis sejarah. (analoginya bener gk ya ... ??? wkakakkaaaa ... )
Mudah-mudahan lewat foto-foto ini, semua kenangan bersama dapat selalu diingat.

1 komentar:

Tobelo Marahai mengatakan...

suatu saat pasti sangat berguna abang... semoga menjadi penulis yg hebat di kemudian hari... doaku menyertai... ^_^