Jumat, 19 November 2010

NEGARA KELIMA: Novel Menarik, Membongkar "Frame" Sejarah Kita



Pernahkah kita berpikir untuk melihat peta dunia secara terbalik? Bukan lagi Utara yang di atas, tetapi Selatan. Bukan lagi Barat yang di kiri, tetapi Timur.

Pernahkah terpikir siapa yang menggambar peta dengan meletakkan posisi Utara di atas dan Selatan di bawah garis katulistiwa? Pernahkah terpikir ada kepentingan dan ideologi apa di balik benak para kartografer itu?

Orang-orang di atas selalu menekan dan mendominasi orang-orang di bawah. Jangan-jangan peta sekarang ini sudah dibalik agar dunia menjadi lupa dengan cerita-cerita tentang dunia lama. Cerita-cerita tentang Dunia Selatan yang penuh kuasa, mendominasi peradaban.

Itu cuma selentingan narasi kritis dari satu novel provokatif yang asyik dan cerdas, NEGARA KELIMA, tulisan ES ITO, terbitan SERAMBI. Bercerita tentang Atlantis di Nusantara. Berkisah tentang sekelompok anak muda, 'KePaRad' (Kelompok Patriotik Radikal) yang muak dengan kondisi bernegara dan berbangsa di Indonesia, berniat meruntuhkan Indonesia dan mendirikan NEGARA KELIMA, NUSANTARA.

Kisah tentang Atlantis, kota ideal Plato dalam dialog Timaeus dan Critias, yang mendengarnya dari Solon, yang mendengarnya dari para pendeta di Kota Sais, yang mendengarnya dari orang-orang Punt, yaitu mereka yang selamat dari Atlantis 11.000 tahun yang lalu.

Plato menurunkannya pada Aristoteles, yang diturunkan kepada Alexander Agung, yang melakukan penaklukan demi penaklukan menuju ke timur dalam peta sekarang, menuju ke Atlantis Lama, tetapi cuma sampai India.

Ahhhh .. Asyiknya novel itu dibaca sendiri, fiksi dan non fiksi bercampur jadi satu, membongkar frame sejarah kita.


2 komentar:

Anonim mengatakan...

bu kayaknya asik ni buku... ade bisa dapat di mana e???

Jusuf Nikolas Anamofa mengatakan...

ini sapa eeee ???