Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2010

Ada Berapa Alasan Kita Menjaga Kelestarian Terumbu Karang ..?

Sejak umur 4 tahun, saya sudah terbiasa melaut bersama beberapa saudara sepupu. Pantai di depan rumah ibu, di Namano, Amahei, Maluku adalah tempat istimewa. Pasir putih dengan lindungan hutan mangrove memanjang adalah ciri khas tempat itu. Tiap kali pulang sekolah, waktu masih TK, jam 10 pagi, sambil menunggu jemputan ayah, jam 1 siang, saya menghabiskan waktu di pantai sambil memancing. Peralatan pancing sederhana yang dibuat oleh Tete (kakek) Pinu, adik dari ayahnya ibu. Tete Pinu secara fisik lumpuh kedua kakinya, tetapi memiliki banyak kelebihan. Coba saja tanyakan orang tua di Amahei sampai Masohi, sekitar tahun 1980-an, siapa yang paling jago potong rambut di sana. Pasti dibilang Tete Pinu. Atau, siapa yang paling jago membuat dan memainkan suling bambu di sana, pasti Tete Pinu (karena Tete Hendrik, kakaknya sudah lebih dulu tiada). Ia juga ahli menjahit jala dan jaring serta membuat joran sederhana buat alat pancing saya.

Dengan berbekal umpan kumang, saya bersama beberapa sauda…