Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari November, 2011

SURAT BUAT ANAK-ANAK MALUKU

Hari ini ada sedikit kegundahan karena istri dikabarkan sudah masuk rumah sakit, bersiap untuk melahirkan, sementara tiket Jayapura - Ambon yang didapat hanya untuk hari Jumat. Iseng-iseng, kubuka lagi daftar kiriman e-mailku dan kudapati satu tulisan yang kukirim kepada beberapa teman, hampir 6 tahun silam.

SURAT BUAT ANAK-ANAK MALUKU

Surat ini aku tulis dalam keheningan yang mendalam,
di bawah sinar bulan dan cerahnya malam.
Belum pernah kulihat malam secarah ini.
Mungkin di tempat lain, tetapi tidak di tanah kita.

Surat ini aku tulis dalam kesyahduan malam,
dibarengi titik air mata karena kesedihan yang melanda,
mengingat masa-masa di mana kami meradang . . . merana
tak kuasa menahan amarah yang berbuah petaka

Surat ini aku tulis dalam harapan berlapis gundah
penyesalan tak henti atas noda besar yang kami buat dalam sejarah tanah kita,
dan ingin memohon maaf, wariskan negeri yang tak lagi indah.

Surat ini aku tulis agar kalian tak lupa,
bahwa "katong samua basudara…

NAMA UNTUK ANAKKU

Kami menikah tanggal 30 Desember 2007 dengan cara yang tenang karena tidak dihadiri (bahkan tidak diketahui oleh keluarga dari pihak kami berdua). Pernikahan yang dilangsungkan di Jemaat GKI di Tanah Papua Maribu Tua (Dekat Depapre - Sentani - Papua) itu hanya dihadiri oleh kenalan dan warga jemaat setempat. Selesai menikah, kami masih sempat tinggal bersama selama hampir 2 bulan sebelum saya berangkat ke Jogja, sementara istri bekerja di Biak sekitar Februari 2008.

Ada pertimbangan-pertimbangan tertentu sehingga kami berencana untuk belum punya anak dulu. Hampir 3 tahun di Jogja (2008 - 2011), kami bertemu hanya 1 tahun sekali, saat merayakan Natal dan Tahun Baru di Ambon. Lagi-lagi dalam perjumpaan-perjumpaan itu, kami masih ada dalam rencana di atas. Setelah saya menyelesaikan studi, Januari 2011, maka rencana baru pun dibuat, sudah saatnya kami punya anak. Awalnya ada keinginan bahwa dia (calon anak kami) mesti "made in Bali", tetapi ternyata salah perhit…