Rabu, 06 Mei 2009

Telah Pergi Sahabat dan Saudara (Rinduku dari jauh menyertaimu)

Kuingat, pertama kali kami berkenalan hampir 13 tahun silam. Tahun 1996 ketika kami mendengar nama kelulusan ujian masuk perguruan tinggi pada Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM). Masih kekampung-kampungan dan mencari teman dari tempat asal. Yang berasal dari Saparua bergerombol dengan yang dari Saparua, yang dari Masohi begitu juga, yang dari Papua pun demikian.
Waktu berjalan seiring dengan masa orientasi dan perkenalan kampus. Hampir memakan waktu 3 (tiga) bulan dengan suka duka tak terkira. Masih ada yang ingat ketika ayah dari salah seorang teman kami datang mengamuk di kampus gara-gara pipi anaknya bengkak, padahal itu karena sakit gigi dan bukan tamparan dari senior. Masih ada yang ingat ketika salah seorang teman meminum air bekas kumur-kumur hampir seratus orang dan menyangkanya susu di pagi hari. Masih ada yang ingat ini dan itu. Waktu itu kami bekerja mendekor pernikahan Bung Arry Risakotta yang juga sudah pergi mendahului kami. Juga ketika menyambut datangnya Menparpostel Jop Ave ke kampus kami. Ketua satuan tugas mahasiswa itu Bung Theis Molle (alm) yang juga baru meninggal kemarin karena lakalantas di Bali.
Kami mulai melebur dan terlihat mana kelebihan dan kekurangan masing-masing. Fresly (alm) punya kelebihan di dekor-mendekor, basket dan sepak bola. Jadi, ketika ada acara di mana saja, dialah tukang dekorasi kami.
Ini memang cerita tentang Fresly Hiariej, adik bongso dalam rumah tua kami, yang baru meninggal semalam karena kecelakaan lalu lintas di Kota Piru - Seram Bagian Barat.
Fresly orang yang lucu dan tak segan-segan melucu. Tapi kalau sudah marah, bisa bahaya. Dulu dia pernah pacaran dengan seorang teman kami. Gara-gara mau pdkt, tiap hari minggu sore, dia sudah apel di gereja Tantui duduk di atas patung kuda/malaikat itu, sambil menunggu orang-orang masuk gereja. Ketika tambatan hatinya itu datang, mereka pun masuk gereja bersama (baru tiba di khotbah, dia sudah keluar dan duduk lagi di patungnya itu). Waktu diputusin tuh nona, dia sangat kecewa, sedih, marah. Jam tangannya yang baru dibeli pun dilepaskan dan dibuang sejauh-jauhnya. Hahahaa... 2 (dua) jam kemudian dia mengajak kami mencari kembali jam tangan itu yang tidak ditemukan.
Kuliah dengan baik ternyata kami jalani hanya sampai semester 3. Karena kasus berat membocorkan soal ujian akhir semester kepada teman-teman kami yang pada waktu itu terkena peringatan DO karena IP tidak mencukupi, kami (Usleck, Uteng, Rocky, Herlin, Omy, Nita, Depol, Fresly, Dedi) harus diskors selama satu semester dan 2 teman kami (Agus dan Eli) selama 2 semester.
Gila banget... tapi itulah jalan hidup. Kami menerimanya karena salah.. kami akhirnya bertualang ke kampung-kampung kami masing-masing dengan catatan harus memberitahukan orang tua kami bersama-sama.
Seiring perjalanan waktu, kami kembali berkuliah dan dia memberikan nama angkatan kami GENINESIX (Gen = Generasi - Nine = Sembilan - Six = Enam) = Generasi Sembilan Enam (gila bo, generasi yang hancur talamburang tapi juga bisa menunjukkan eksistensinya..)
Nanti deh baru dilanjutkan... terlalu manis untuk dikenang semua itu, mau ngelap air mata dulu....





Tidak ada komentar:

Sampah Ambon