Minggu, 14 Agustus 2011

2011 - 1945 = 66 ---- Kita Masih Juga Belum Merdeka

Setahun yang lalu, saya sedikit merefleksikan makna kemerdekaan, kemudian mengekspresikannya lewat tulisan yang berjudul "2010 - 1945 = 65 - - - KITA SESUNGGUHNYA BELUM MERDEKA". Waktu itu, bertepatan dengan seorang anak yang ditemukan gantung diri karena tak mampu membayar uang sekolah.

Hari ini, saya juga berefleksi tentang hal yang sama, di tengah hingar bingar masalah Nazarudin. Isinya tetap sama, seputar kemampuan menghitung kita. Kemampuan menghitung jiwa-jiwa yang sesungguhnya belum dan tak pernah merdeka.

17 Agustus 1945 - 17 Agustus 2011, 66 tahun sudah Republik Indonesia diproklamirkan.
Untuk menghitungnya, rumusnya sangat mudah, 2011 - 1945 = 66.

Bisakah kita menghitung yang lain?
  1. Jumlah warga negara yang mati karena kelaparan sejak Agustus 2010 - Agustus 2011.
  2. Jumlah warga negara yang mati karena tidak mendapatkan layanan kesehatan yang baik sejak Agustus 2010-Agustus 2011.
  3. Jumlah warga negara yang mati karena mendapat perlakuan sewenang-wenang dari aparat negara RI sejak Agustus 2010 - 2011.
  4. Jumlah warga negara yang mati karena negara tidak mengambil posisi yang baik saat konflik antar agama/suku/golongan/kelompok sejak Agustus 2010-Agustus 2011.
  5. Jumlah warga negara yang mati karena gizi buruk sejak Agustus 2010 - Agustus 2011.
  6. Jumlah warga negara miskin di Indonesia.
  7. Jumlah uang negara yang dikorupsi oleh para pejabat negara sejak Agustus 2010 - Agustus 2011.
  8. Jumlah para koruptor yang ditangkap, diadili dan dihukum sejak Agustus 2010 - Agustus 2011.
  9. Jumlah warga negara yang tidak bisa menikmati pendidikan yang layak sejak Agustus 2010 - Agustus 2011.
  10. Jumlah warga negara yang tidak bisa menikmati perumahan yang layak sejak Agustus 2010 - Agustus 2011.
  11. Jumlah warga negara yang ditahan dan diberlakukan tidak manusiawi atas alasan politik dan keamanan sejak Agustus 2010 - Agustus 2011.
  12. Jumlah warga negara yang adalah anak terlantar yang telah dipelihara oleh negara sejak Agustus 2010 - Agustus 2011.
  13. Jumlah warga negara di wilayah perbatasan Indonesia dengan negara tetangga yang menikmati nyala lampu PLN sejak Agustus 2010 - Agustus 2011.
  14. Jumlah ....
  15. Jumlah .... [silahkan ditambahkan]
Kata "MERDEKA" akan menjadi kebenaran hanya ketika bisa digunakan sebagai landasan bagi kesejahteraan hidup seluruh rakyat Indonesia.

Bila tak merdeka, maka matilah kami ....

Sabtu, 13 Agustus 2011

Penguasaan Ilmu Pengetahuan adalah Kekuatan Langit - Pelajaran dari Drama Asia "The Great Queen Seon Deok"

Liburan semester kemarin, saya meminta ijin dari pimpinan untuk menjenguk istri di Nabire yang dalam kondisi mengandung anak pertama kami. Tentu saja di sana saya hanya berada di rumah saja dan tidak punya pekerjaan apa-apa selain ke pasar dan memasak masakan yang dapat saya masak. Oleh karena istri yang bekerja tiap hari, saya yang sendirian mencoba menemukan sesuatu yang tidak membuat jenuh. Menonton televisi adalah hobby baru yang dapat saya lakukan selama berjam-jam di Nabire. Sebelumnya, saya hanya tertarik dengan acara-acara TV tentang Ekspedisi Ilmu Pengetahuan dan Olahraga, tetapi waktu itu saya juga tertarik menonton Drama Asia yang ditayangkan di salah satu stasiun TV swasta. Drama itu berjudul "THE GREAT QUEEN SEON DEOK", yang ditayangkan pada jam 2 siang waktu Papua.

Drama yang menarik karena ada salah satu tokoh yang menarik perhatian saya, walaupun dalam drama itu perannya antagonis. Tokoh itu adalah Misil (diperankan oleh: Go Hyeon-jeong), sang pemegang stempel kerajaan, selir dari raja sebelumnya. Saking pentingnya peranan pemegang stempel istana dalam suatu kerajaan sehingga posisi Misil pun istimewa. Dengan didukung oleh para pengikutnya, termasuk beberapa suami dan anak-anaknya yang adalah para prajurit tangguh, Misil semakin menancapkan kekuasaannya di dalam kerajaan itu.

Mungkin banyak orang yang tidak sependapat dengan saya dalam hal mengidolakan Misil, tetapi itu adalah hak masing-masing. Alasan kita mengidolakan satu tokoh dalam satu cerita pasti berbeda. Hal itu disebabkan karena perspektif kita pun berbeda dalam menilai.

Alasan saya sangat mengidolakan tokoh Misil adalah karena ia seorang yang sangat cerdas, walaupun dikatakan sangat licik. Bukti kecerdasannya itulah yang menyebabkan ia dijadikan sebagai selir raja, bahkan pemegang stempel istana.

Pada saat itu, siapa saja yang dapat menyatakan hal-hal yang dianggap mustahil terjadi karena situasinya, tetapi kemudian terbukti kata-katanya itu benar atau terjadi, akan dianggap sebagai manusia setengah dewa. Itu pula yang terjadi dengan Misil, pada saat ia pertama kali muncul dalam drama politik negeri itu. Dalam situasi kemarau yang sangat panjang dan tak seorang ahlipun yang dapat mendatangkan hujan, Misil datang dan berniat mengadakan upacara pemanggilan hujan. Pada waktu yang telah ditetapkan, ia pun mengadakan upacara itu. Seluruh rakyat kerajaan menunggu dengan was-was namun tidak percaya bahwa seorang perempuan muda mampu memanggil hujan. Namun tepat pada saat upacara, hujan pun turun dengan derasnya, seluruh rakyat bergembira. Mereka menyebut Misil sebagai manusia setengah dewa.

Di balik itu, mereka tidak tahu bahwa Misil punya kekuatan lain yang menjadikannya seperti itu, yaitu kekuatan pengetahuan. Istilah "Bunga Plum Sadaham" menjadi menarik karena tak ada seorangpun di pihak lawannya yang mengetahui bahwa sesungguhnya itu bukanlah bunga, tetapi adalah buku yang memuat sistem penanggalan China yang digunakan saat itu untuk mengetahui fenomena alam dan musim.

Dengan ilmu pengetahuannya yang tidak dimiliki oleh seorang pun di kerajaan itu, Misil tampil sebagai sosok setengah dewa yang mampu mendatangkan hujan atau menggelapkan malam saat bulan purnama karena menyatakan datangya gerhana bulan. Berdasarkan pengetahuannya itu dan ketidaktahuan rakyat kerajaan, Misil dapat mengeluarkan kebijakan-kebijakan politik yang menguntungkan baginya. Itu dibuktikan ketika ia meramalkan akan ada gerhadan bulan dalam 2 hari jika salah satu Klan tidak diusir dari kerajaan. Klan itu memang tidak diusir, dan gerhana bulan tetap terjadi. Akhrinya Klan itu diusir karena ramalan Misil terbukti benar. Ia akhirnya menyatakan kepada Deokman (pemeran utama: Lee Yo-won) bahwa: "Tidak ada kekuatan dari langit, akulah kekuatan langit itu". Semua orang sangat ketakutan terhadap kenyataan itu.

Bagi saya, itu adalah ketakutan orang-orang yang masih hidup dalam cerita-cerita dan mitos-mitos masa lalu terhadap kekuatan ilmu pengetahuan yang mampu membongkar keyakinan-keyakinan itu. Di sisi lain, ilmu pengetahuan pun dapat menjadi mitos baru sehingga dengan mudah dipolitisasi demi kepentingan-kepentingan politik segelintir orang. Ketika tidak bersentuhan dengan politik, ilmu pengetahuan akan sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Tetapi ketika bersentuhan dengan politik dan kepentingan berkuasa, ilmu pengetahuan dapat menjadi senjata bagi kematian manusia.

Belajar dari drama itu, maka etika dalam penerapan ilmu pengetahuan demi kehidupan umat manusia sangatlah dibutuhkan. Tanpa etika, ilmu pengetahuan akan menjadi instrumen penghancur peradaban.

"By the way", ini hanya ekspresi dari refleksi saya sebagai penikmat tayangan-tayangan berkualitas, jika dibandingkan tayangan-tayangan tidak berkualitas yang diproduksi di negeri kita, Indonesia ini.

Semoga Ilmu Pengetahuan yang kita miliki dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk hayat hidup orang banyak.

Kamis, 11 Agustus 2011

Kelas Pertama Setelah 3 Tahun

Tahun 2008, saya mendapatkan ijin untuk melanjutkan studi pada jenjang S2 di Program Magister Ilmu Filsafat, Universitas Gadjah Mada - Yogyakarta. Otomatis, terhitung Surat Keputusan Belajar itu dikeluarkan, saya tidak lagi menjalankan profesi utama saya sebagai seorang dosen yaitu mengajar.

Puji Tuhan, pada Desember 2010, saya lulus dari studi itu dengan predikat Cum Laude. Setelah dinyatakan lulus, saya ditawarkan oleh pengelola program untuk langsung melanjutkan studi S3 dengan biaya yang disediakan, tetapi keinginan saya untuk kembali ke Papua dan mengajar lebih kuat daripada tawaran itu dengan catatan, dalam 2 atau 3 tahun ke depan harus kembali untuk melanjutkan studi.

Tiba di Jayapura dengan harapan baru. Saya dipercayakan sebagai Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. Dengan tugas itu, saya sangat berkeinginan membawa sedikit perubahan khususnya terkait dengan bidang Penelitian dan Pengabdian kepada masyarakat. Sayangnya, sampai detik saya menulis ini, saya adalah kepala pusat yang tidak memiliki ruangan dan fasilitas. Saya masih mengerjakan tugas-tugas saya di perpustakaan kampus dan juga di rumah. Tetapi hal itu tak masalah buat saya, yang penting bekerja.

Dalam perjalanan waktu, saya diserahi tugas mengampu mata kuliah Metode Penelitian Sosial. Mantaplah, sekalian belajar bersama dengan mahasiswa. Dalam waktu 1 (satu) minggu saya siapkan silabus dan rencana kuliah untuk beberapa minggu, tetapi menunggu hari Selasa, 9 Agustus 2011, jam 4 sore ketika harus berdiri pertama kali di depan kelas setelah 3 tahun adalah saat-saat yang cukup menegangkan. Banyak pertanyaan muncul dalam benak, tentang bagaimana pendapat mahasiswa tentang saya, apakah rencana saya ini dapat memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan, apakah strategi dan metode pembelajaran yang saya pakai dapat membantu mahasiswa memiliki sekian kompetensi, dan lain sebagainya.

Hari H, jam D pun tiba. Saya harus terlambat 10 menit karena singgah sebentar di toko yang menjual ATK untuk membeli beberapa peralatan belajar mengajar. "Sepertinya mereka antusias" kata hati kecilku melihat dengan segera para mahasiswa masuk kelas penuh senyum setelah melihat kedatangan saya.

Kelas pun dimulai dengan doa, dilanjutkan dengan perkenalan. Setelah itu, presentasi materi berupa perencanaan perkuliahaan selama 1 semester dimulai. Para mahasiswa santai-santai saja, sepertinya mereka menikmati apa yang saya sampaikan. Tetapi belum tentu demikian.

Setelah semua rancangan perkuliahan selesai disampaikan dan tidak ada yang menyampaikan pertanyaan karena memang saya berusaha menyampaikan dengan sejelas mungkin, giliran membahas norma akademik. Ya, bagi saya, norma akademik itu penting bagi mahasiswa dan dosen agar alur perkuliahan tetap terjaga. Mereka terkejut ketika saya meminta untuk mengambil 1 lembar kertas dan menulis surat pernyataan akan mengikuti kuliah dengan mematuhi semua norma yang ada. Tentu ada sanksi bagi yang tidak mematuhi. Setelah saya tanyakan apakah mereka terbeban dengan itu, ternyata mereka aman-aman saja... Mudah-mudahan ya ...

Setelah menulis pernyataan yang saya anggap sebagai kontrak kuliah, sayapun meminta mereka menulis tentang harapan-harapan dan kekuatiran-kekuatiran mereka terkait dengan perkuliahan Metode Penelitian Sosial. Tujuannya adalah agar saya bisa mengetahui apa yang mereka harapkan dan sedapat mungkin berupaya mendekati harapan-harapan itu dan juga mengetahui kekuatiran-kekuatiran mereka dan sedapat mungkin menghindarinya.

Dari sekian banyak harapan yang disampaikan, sebagian besar sangat berharap agar dapat memahami materi kuliah dan menerapkannya sebagai seorang peneliti. Kekuatiran terbesar adalah ketidakmampuan untuk memahami mata kuliah sehingga nilai akhir akan jelek. Setelah membaca dan mengerti harapan dan kekuatiran mereka, saya akan berupaya menjaga agar harapan-harapan itu sedapat mungkin terwujud dan kekuatiran-kekuatiran itu sedapat mungkin tidak terjadi.

Begitulah, akhirnya datang juga kelas pertama saya setelah 3 tahun.

Semoga Tuhan mau tolong kita semua ...


Silabus Matakuliah Metode Penelitian Sosial

STT GKI I.S. KIJNE - JAYAPURA

SILABUS


METODE PENELITIAN SOSIAL
Jusuf Nikolas Anamofa, S.Si, M.Phil
Semester III Kelas A-B



A. DESKRIPSI MATA KULIAH

Mata kuliah Metode Penelitian Sosial adalah salah satu mata kuliah Keilmuan dan Ketrampilan. Disebut sebagai mata kuliah Keilmuan dan Ketrampilan karena dengan mempelajari mata kuliah ini diharapkan agar penguasaan terhadap ilmu dapat dibarengi dengan ketrampilan dalam penggunaan apa yang telah dikuasai itu. Dengan demikian, penilaian akhir dari mata kuliah ini adalah kemampuan penggunaan dari konsep-konsep keilmuan yang dianggap telah dikuasai.

B. KOMPETENSI
Kompetensi UtamaKompetensi Pendukung

Mahasiswa memiliki pemahaman yang baik, benar dan tepat tentang Metode Penelitian Sosial serta mampu menerapkan pemahamannya itu ke dalam kerja lapangan penelitian
(Mahasiswa memiliki kemampuan)
  1. Menjelaskan Paradigma Ilmu dan Penelitian.
  2. Menjelaskan Pengertian Metode Penelitian Sosial.
  3. Menjelaskan Tujuan Penelitian Sosial.
  4. Menjelaskan Ruang Lingkup Penelitian Sosial.
  5. Menjelaskan Etika Penelitian Sosial.
  6. Membedakan Jenis-Jenis Penelitian Sosial.
  7. Menjelaskan dan Menentukan Keputusan Operasional Penelitian.
  8. Menjelaskan dan Menentukan Keputusan Prinsipil Penelitian.
  9. Menjelaskan dan Menentukan Keputusan Organisatoris Penelitian.
  10. Melakukan Kerja Penelitian Lapangan.


C. LINGKUP MATERI

Pokok Bahasan
Sub Pokok Bahasan
Konsep-Konsep Dasar Metode Penelitian Sosial (Apa itu Metode Penelitian Sosial?)
  1. Paradigma Ilmu dan Penelitian.
  2. Pengertian Metode Penelitian Sosial.
  3. Tujuan Penelitian Sosial.
  4. Ruang Lingkup Penelitian Sosial.
  5. Etika Penelitian Sosial.
  6. Jenis-Jenis Penelitian Sosial.
Mengerjakan Penelitian Sosial: (Merancang Penelitian Sosial)
  1. Keputusan Operasional Penelitian
  2. Keputusan Prinsipil Penelitian
  3. Keputusan Organisatoris Penelitian
Mengerjakan Penelitian Sosial: (Praktek Kerja Lapangan)
  1. Praktek Pengumpulan Data.



D. RENCANA PEMBELAJARAN

Minggu I

Bentuk Pembelajaran:
  1. Presentasi Materi Kuliah
  2. Pemberian Tugas I
Isi Materi:
  1. Uraian Rencana Pembelajaran Mata Kuliah Metode Penelitian Sosial;
  2. Lihat Panduan Tugas I

Minggu II

Kompetensi:
  • Menjelaskan Paradigma Ilmu dan Penelitian;
  • Menjelaskan Pengertian Metode Penelitian Sosial;
  • Menjelaskan Tujuan Penelitian Sosial;
Bentuk Pembelajaran:
  1. Pengumpulan Tugas I
  2. Presentasi dan Diskusi Tugas I
  3. Presentasi dan Diskusi Materi
Isi Materi:
  1. Paradigma Ilmu dan Penelitian;
  2. Pengertian Metode Penelitian Sosial;
  3. Tujuan Penelitian Sosial;
Bobot Nilai:
  1. Tugas I = 20 %

Minggu III

Kompetensi:
  • Menjelaskan Ruang Lingkup Penelitian Sosial;
  • Menjelaskan Etika Penelitian Sosial;
  • Membedakan Jenis-Jenis Penelitian Sosial.
Bentuk Pembelajaran:
  1. Presentasi dan Diskusi Materi;
  2. Pemberian Tugas II.
Isi Materi:
  1. Ruang Lingkup Penelitian Sosial;
  2. Etika Penelitian Sosial;
  3. Jenis-Jenis Penelitian Sosial.

Minggu IV

Kompetensi:
  • Mengidentifikasi Pokok Minat;
  • Mengidentifikasi Masalah Penelitian;
  • Merumuskan Masalah Penelitian;
  • Menentukan Tujuan Penelitian;
  • Merinci Tujuan Penelitian;
  • Menemukan Kajian Kepustakaan;
  • Menemukan Teori Pendukung yang relevan.
Bentuk Pembelajaran:
  1. Presentasi Materi dan Kerja Kelompok.
Isi Materi:
  1. Keputusan Operasional Penelitian.

Minggu V, VI

Kompetensi:
  • Menjelaskan Satuan Analisis;
  • Menentukan Satuan Analisis Penelitian;
  • Menjelaskan Satuan Pengamatan;
  • Menentukan Satuan Pengamatan Penelitian;
  • Menjelaskan Sumber Informasi;
  • Menentukan Sumber Informasi Penelitian;
  • Menjelaskan Instrumen Penelitian;
  • Merumuskan Instrumen Penelitian;
  • Menjelaskan Jenis-Jenis Teknik Pengumpulan Data;
  • Menentukan Teknik Pengumpulan Data Penelitian;
  • Menjelaskan Jenis-Jenis Teknik Analisis Data;
  • Menentukan Teknik Analisis Data Penelitian.
Bentuk Pembelajaran:
  1. Presentasi Materi dan Kerja Kelompok.
  2. Pengumpulan Tugas II (Minggu VI)
Isi Materi:
  1. Keputusan Prinsipil Penelitian.
Bobot Nilai Tugas II: 20 %


Minggu VII

Kompetensi:
  • Menjelaskan Pengorganisasian Penelitian;
  • Menentukan Pengorganisasian Penelitian.
Bentuk Pembelajaran:
  1. Presentasi Materi dan Kerja Kelompok.
Isi Materi:
  1. Keputusan Organisatoris Penelitian.

Minggu VIII, IX, X, XI, XII, XIII

Kompetensi:
  • Melakukan Kerja Penelitian Lapangan Pengumpulan Data Penelitian
Bentuk Pembelajaran:
  1. Presentasi Materi dan Kerja Kelompok (Minggu VIII);
  2. Pemberian Tugas III (Minggu VIII).
  3. Evaluasi Kerja Kelompok (Minggu IX, X, XI).
  4. Pengumpulan Tugas III (Minggu XII).
  5. Presentasi dan Diskusi Tugas III (Minggu XII, XIII)
Isi Materi:
  1. Teknis Pengumpulan Data Lapangan;
  2. Lihat Panduan Tugas III.

Minggu XIV, XV

Evaluasi Seluruh Capaian Kompetensi

Bentuk Pembelajaran:
  1. Review dan Evaluasi;
  2. Pemberian Tugas Pembuatan Portofolio (Minggu XIV).
  3. Pengumpulan Portofolio (Minggu XV).
Isi Materi:
  1. Seluruh Pokok Bahasan;
  2. Panduan Portofolio.
Bobot Nilai Portofolio: 15 %


Minggu XVI, XVII

Evaluasi Seluruh Capaian Kompetensi Lewat Ujian Akhir Semester

Lihat Panduan Ujian Akhir Semester.

Bobot Nilai Ujian Akhir Semester: 20 %


E. NORMA AKADEMIK
  1. Kegiatan pembelajaran dimulai tepat waktu sesuai dengan jadwal kuliah untuk tiap kelas. Toleransi keterlambatan hanya 10 menit. Lewat dari 10 menit, boleh ikut perkuliahan, tetapi dianggap tidak hadir.
  2. Selama kuliah HP dimatikan atau silence mode.
  3. Pengumpulan Tugas diterapkan sesuatu jadwal dalam rencana pembelajaran. Dilakukan sebelum proses kuliah hari tersebut dimulai. Bagi yang dikumpulkan setelah kuliah tetapi masih di hari yang sama, nilai hanya 75 % dari nilai yang berhak diterima; bagi yang terlambat 1 hari, nilai hanya 50 % dari nilai yang berhak diterima; lebih dari 1 hari, dianggap tidak memasukkan tugas.
  4. Dilarang melakukan plagiat atau peniruan dan pengakuan atas hasil karya orang lain dalam bentuk apapun. Apabila kedapatan, akan diberikan sanksi tegas berupa nilai E.
  5. Presentasi akan dihitung sebagai salah satu elemen penilaian akhir. Bobot nilai presentasi adalah 5 %.
  6. Nilai terbaik akan mendapatkan penghargaan.

F. PANDUAN EVALUASI
Untuk Panduan Tugas, Portofolio dan Ujian Akhir Semester, silahkan lihat pada Silabus yang telah diserahkan kepada mahasiswa.


G. REFERENSI
  1. Black, James A. & Dean J. Champion (terj. E. Koeswara, Dira Salam, Alfin Ruzhendi), 1999, Metode dan Masalah Penelitian Sosial, Bandung: Refika Aditama.
  2. Given, M., Lisa (ed.), 2008, The Sage Encyclopedia of Qualitative Research Methods, Los Angeles-London-New Delhi-Singapore: Sage Publications Inc.
  3. Hollway, Wendy & Tony Jefferson, 2000, Doing Qualitative Data Differently: Free Association, Narrative and The Interview Method, London-Thousand Oaks-New Delhi: Sage Publications Inc.
  4. Jupp, Victor (ed.), 2006, The Sage Dictionary of Social Research Methods, London-Thousand Oaks-New Delhi: Sage Publications Inc.
  5. Kaelan, M.S., 2005, Metode Penelitian Kualitatif Bidang Filsafat: Paradigma bagi pengembangan penelitian interdisipliner bidang Filsafat, Budaya, Sosial, Semiotika, Sastra, Hukum dan Seni, Yogyakarta: Paradigma.
  6. Kuntowijoyo, 2003, Metodologi Sejarah (ed. Kedua), Yogyakarta: Tiara Wacana.
  7. Miles, B. Matthew & A. Michael Huberman (terj. Tjetjep Rohendi Rohidi), 1992, Analisis Data Kualitatif: Buku Sumber Tentang Metode-Metode Baru, Jakarta: UI-Press.
  8. Nazir, Moh. 1988, Metode Penelitian, Jakarta: Ghalia Indonesia.
  9. Pranoto, W. Suhartono, 2010, Teori dan Metodologi Sejarah, Yogyakarta: Graha Ilmu.
  10. Salim, Agus, 2006, Teori dan Paradigma Penelitian Sosial: Buku Sumber Untuk Penelitian Kualitatif (ed. Kedua), Yogyakarta: Tiara Wacana.
  11. Santana K., Setiawan, 2010, Menulis Ilmiah Metodologi Penelitian Kualitatif, Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.
  12. Savin-Baden, Maggi & Claire Howell Major, 2010, New Approaches to Qualitative Research: Wisdom and Uncertainty, New York & London: Routledge.
  13. Silverman, David, 2008, Doing Qualitative Research: A Comprehensive Guide, Los Angeles-London-New Delhi-Singapore: Sage Publications Inc.
  14. Spradley, P. James (terj. Misbah Zulfa Elizabeth), Metode Etnografi (ed. Kedua), Yogyakarta: Tiara Wacana.
  15. Sugiyono, 2008, Memahami Penelitian Kualitatif, Bandung: Alfabeta.
  16. Sumanto, 1990, Metodologi Penelitian Sosial dan Pendidikan, Yogyakarta: Andi Offset.
  17. Vanderstoep, W., Scott & Deirdre D. Johnston, 2009, Research Methods For Everyday Life: Blending Qualitative and Quantitative Approaches, San Francisco: Jossey-Bass.
  18. Vardiansyah, Dani, 2008, Filsafat Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar, Jakarta: Indeks.
  19. Walliman, Nicholas, 2006, Social Research Methods, London-Thousand Oaks-New Delhi: Sage Publications Inc.
  20. http://.id.wikipedia.org/wiki/ilmu

N.B: Silabus yang lebih terinci telah diserahkan kepada para mahasiswa. Terima kasih.