Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari Februari, 2012

Tentang Media Digital, Kata "Putus", dan Logika Waktu-Pendek.

Anda tentu pernah melihat iklan yang menayangkan tentang hubungan dua sejoli yang hanya ditentukan oleh SMS bukan? Tulisan ini hanya sebentuk kegelisahan terhadap situasi kehidupan saat ini yang sungguh-sungguh telah cukup bergantung oleh penggunaan teknologi. Saya tidak ingin panjang lebar membahas pendapat Jacques Ellul tentang Technology Determination karena penjelasan itu telah saya sampaikan dalam tulisan yang lain, saya hanya ingin mengemukakan tentang permainan logika di belakang determinasi teknologi saat ini.
Pernahkah anda memikirkan apa yang harus ditulis untuk dikirimkan kepada seseorang lewat SMS pada saat anda sedang marah? Walaupun perlu pembuktian lebih lanjut terhadap lebih banyak orang, jawaban spekulatif saya berdasarkan pengalaman sendiri dan beberapa orang dekat adalah: "umumnya, kita tidak pernah berpikir panjang tentang isi SMS yang kita kirimkan pada saat kita sedang marah." Kemarahan kitalah yang diekspresikan dalam simbol-simbol, baik berupa huruf, a…

Berawal Dari Mengasah Parang Sampai Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligences)

Seperti tulisan-tulisan saya yang lalu, tulisan ini pun dimulai dengan pengalaman pribadi saya dalam mengerjakan sesuatu. Biasanya, pada saat mengerjakan hal itu, atau setelah selesai mengerjakannya, ada saja hal yang terlintas dalam pemikiran (mungkin itu yang namanya intuisi) yang kemudian mengarahkan saya untuk menuliskannya secara sederhana.

Sampai kini, Ujian Akhir Nasional (UAN) masih menjadi alat ukur kecerdasan manusia yang bersekolah di Indonesia. UAN adalah standar yang digunakan di seluruh sekolah negeri ini, tak peduli di kota atau kampung, pesisir atau gunung. Tak peduli swasta atau negeri, kekurangan guru atau kelebihan guru. Selain UAN yang diperuntukkan bagi para siswa di tingkat pendidikan dasar dan menengah, baru-baru ini muncul lagi kebijakan tentang wajib publikasi ilmiah di jurnal ilmiah sebagai syarat kelulusan S1, S2, dan S3 di negeri ini. Kewajiban itu pun rencananya akan menjadi standar saat Agustus 2012 nanti.

Adakah yang salah dengan aturan-aturan dan kebijaka…

Tentang Evaluasi Kinerja Dosen Oleh Mahasiswa

Semester yang lalu saya dipercayakan mengasuh mata kuliah Metode Penelitian Sosial pada Program Studi Teologi di kampus tempat saya bekerja. Tentu saja setiap hendak mengajar satu mata kuliah, saya selalu merasa tertantang. Tantangannya sederhana saja: Apakah mahasiswa saya dapat memiliki kemampuan sesuai dengan kompetensi yang dikehendaki lewat diberikannya matakuliah Metode Penelitian Sosial? Tantangan yang lain adalah: Apakah saya juga dapat belajar bersama dengan mahasiswa terkait matakuliah yang saya berikan?
Melewati waktu, tantangan itu terbukti sudah. Dalam hitung-hitungan kualitatif saya, ternyata kedua tantangan itu hanya dapat dicapai sekitar 60 persen saja. Hal itu terbukti dengan hasil akhir ujian semester yang cukup pas-pasan untuk sebagian besar mahasiswa, walaupun ada juga mahasiswa yang cukup baik mengerjakannya. 
Tulisan ini tidak bermaksud mengemukakan tentang hasil ujian mahasiswa pada matakuliah Metode Penelitian Sosial, tetapi lebih merupakan evaluasi terhadap kine…