Rabu, 12 Maret 2008

Anda Mau Jadi Pemimpin Besar?

Anda tahu 3 hal penting yang dapat menjadikan anda sebagai pemimpin besar? Mau tahu?? .............................
silahkan


Pada tahun 2000, saya mendapat kesempatan berangkat dari Ambon ke Denpasar Bali untuk mengikuti Kongres Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI). Memang kesempatan itu tidak pernah datang dua kali dan dalam tiap kesempatan, kita dapat belajar dan memahami tentang diri kita dan posisi diri kita berhadapan dengan orang lain dalam suatu komunitas. Saya kembali teringat Heidegger yang berbicara tentang “Pengalaman” sebagai suatu proses keluar untuk belajar dan menemukan dalam peristiwa-peristiwa objektif sehingga secara sadar mempengaruhi inti terdalam kemanusiaan.
Seperti biasa, suasana Kongres suatu organisasi kemahasiswaan apalagi pada aras nasional memang sarat dengan kepentingan dan kepentingan itulah yang kemudian dapat mengombang-ambingkan kesadaran sehingga bisa saja terjadi pembalikkan nilai dari apa yang diyakini benar pada awalnya, menjadi salah dan sebaliknya.
Kegiatan dimulai dengan seminar tentang beberapa isu yang menjadi perhatian GMKI saat itu. Setelah itu masuk dengan acara inti, mulai dari laporan pertanggungjawaban pengurus lama, sampai pada pemilihan pengurus yang baru.
Suasana kongres sering diwarnai oleh peristiwa-peristiwa dramatis. Ada calon sekretaris umum yang melepaskan sepatunya dan memukul-mukul meja sidang, ada perwakilan salah satu cabang yang mengambil palu sidang dari tangan majelis ketua sehingga mengakibatkan keributan yang mengarah pada perkelahian fisik (heheheheee…. Orang yang mengambil palu sidang itu dari Cabang Ambon.. Henpas, begitu biasa dipanggil). Sampai terakhir, ketika salah satu calon ketua yang kami usung tidak lolos menjadi ketua (Wilson dari cabang Kupang). Hal itu membuat kami cukup sedih.
Setelah semua berakhir, kami berkumpul di sudut halaman hotel tempat kegiatan (Dyana Pura), mencurahkan seluruh isi hati kami dan mencoba belajar dari kenyataan yang terjadi. Wilson, sang calon yang tidak terpilih kemudian diberikan kesempatan untuk menyampaikan sepatah kata. Yang masih saya ingat sampai saat ini dari kata-kata yang terucap itu adalah: “Saudara-saudara, ingatlah bahwa ini bukan kekalahan yang harus membuat kita terjatuh. Ini adalah bentuk dari daya hidup organisasi ini, sehingga kompetisi untuk menjadi pemimpin itu begitu ketat karena sesungguhnya kita semua yang hadir di sini adalah pemimpin. Hal terakhir yang hendak saya sampaikan, ada 3 (tiga) hal yang akan menjadikan kita sebagai pemimpin besar, yaitu: yang pertama kerendahan hati, yang kedua kerendahan hati, yang ketiga kerendahan hati.”
Sesungguhnya hanya satu hal yang dapat menjadikan kita sebagai pemimpin besar yaitu kerendahan hati. Menarik ketika Bung Wilson menyampaikan bahwa ada tiga hal dan ketiga hal itu adalah sama, kerendahan hati, kerendahan hati, kerendahan hati. Ini adalah bentuk pengungkapan jati diri dari seorang pemimpin yang berjiwa besar.
Kerendahan hati akan menjaga kita dari sikap menyombongkan diri. Kerendahan hati juga yang akan membuat kita tetap sadar bahwa kita tidak lebih baik dari orang lain. Dan kerendahan hati itu dapat kita pelajari dari pemimpin yang benar-benar rendah hati YESUS.



2 komentar:

Anonim mengatakan...

tapi hal yang jarang dimiliki oleh semua yang sebut diri, pengikut Yesus. helaas

Jusuf Nikolas Anamofa mengatakan...

Yesus itu ideal, tinggal semua yang percaya voor ANTUA mengupayakan hidup yang berkualitas paling kurang menuju kepada ciri kehidupanNYA....
Thanks