Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari Januari, 2011

Hanya Kritik Terhadap Ide "Tujuan Menghalalkan Cara"

Bagi beberapa orang yang cukup “menggauli” sejarah, sangat memahami tentang istilah “Tujuan Menghalalkan Cara” di Indonesia yang cukup populer di sekitar tahun 1960-an. Istilah itu menunjuk pada cara-cara yang dihalalkan oleh partai-partai politik untuk mendapatkan kekuasaan. Istilah itu lebih sering digunakan kepada Partai Komunis Indonesia (PKI) yang “jelas-jelas” dianggap menggunakan segala cara untuk mencapai tujuannya. PKI adalah salah satu partai politik di Indonesia yang cukup besar pada waktu itu. PKI dianggap memfitnah, mengintimidasi lawan-lawan politiknya, sampai menuntut pembubaran partai-partai lawan politiknya. Beberapa tokoh Islam terkemuka, antara lain Buya Hamka, ditahan dengan tuduhan kontra-revolusi. Demikian juga HMI, hampir saja dibubarkan dengan tuduhan kontra-revolusi.

Lepas dari seluruh carut marut sejarah yang ditulis dalam perspektif “benar – salah” di negeri ini, ide tentang “tujuan menghalalkan cara” tetap menjadi panduan bagi penguasa. Bisa diikuti catatan-…

Desain Interior Toko Kelontong

Sumber: www.AnneAhira.comBersaing dengan toko kelontong modern seperti Indomaret, Alfamart, dan sebagainya, memang tidak mudah. Namun, masih mungkin dilakukan dengan teknik yang mungkin agak meniru tetapi lebih kreatif, khususnya dalam hal desain interior toko yang diinginkan. Penerangan yang cukup dan warna cerah adalah di antara hal-hal yang harus diperhatikan oleh para pengelola mini market atau toko kelontong tradisional.
Toko Kelontong Modern Lebih Unggul
Mengapa toko kelontong modern lebih dipilih oleh para konsumen? Pertama, toko tersebut terkesan rapi, terang, bersih, dan nyaman. Kedua, harga yang pas bisa membuat konsumen hafal dan dapat memperkirakan uang tunai yang harus dibawanya. Ketiga, pelayanan yang cepat, cekatan, dan ramah dari para pelayan yang berpakaian bersih dan seragam.
Toko kelontong tradisional biasanya terkesan sumpek, padat, tidak tertata rapi yang menyebabkan calon pembeli tidak bisa dengan leluasa memilih barang yang diinginkannya. Pelayannya pun biasanya ha…

Dapatkah Kita Juga Belajar Dari FPI?

Front Pembela Islam (FPI) adalah sebuah organisasi Islam bergaris keras yang berpusat di Kota Jakarta, didirikan pada 17 Agustus 1998. Organisasi yang bertekad menegakkan Amar Ma’ruf, Nahi Munkar ini sangat terkenal dengan tindakan-tindakan sweeping yang dilakukannya terhadap kegiatan-kegiatan yang dianggap maksiat atau dianggap bertentangan dengan syariat Islam, terutama pada bulan Ramadhan.
Selain itu, FPI juga terkenal keras dengan perbedaan aliran dan agama. Contoh yang paling mutakhir adalah sikap mereka terhadap Ahmadiyah dan beberapa kegiatan peribadatan agama lain, khususnya Kristen di tempat-tempat yang oleh mereka bukanlah tempat untuk beribadah.

Bagi sebagian umat Muslim dan umat Kristen umumnya, tindakan-tindakan FPI dianggap sudah di luar batas karena telah bertindak sebagai alat represif (entah alat represif siapa ..??) terhadap kebebasan beragama di dalam negara yang menjunjung perbedaan seperti Indonesia.

Pertanyaannya adalah, dari persepsi yang buruk terhadap FPI itu, …