Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari Februari, 2008

Lyric Lagu yang tidak layak: Kritik Untuk Naruwe

Beta baru mendengar lagu Naruwe dalam album Naruwe 3 yang berjudul "Asang Tinggi". Awalnya beta seng merasa terganggu sih, tapi di akhir reff lagu itu ada kalimat begini: "Beta sudah siap jadi ale pung laki, tapi mangapa orang laeng yang angka ale pung unti". Yang membuat telinga saya sedikit tidak enak mendengarnya adalah frasa ANGKA UNTI itu. Menurut saya, hal itu sangat melecehkan martabat perempuan Ambon dan Maluku.


Unti aslinya adalah bagian dari penganan campuran antara kelapa dan gula. Biasa ditaruh di atas Nasi Pulut (unti) atau di dalam Pancake (Panakuk).
Memang hal itu adalah kenyataan dalam kehidupan manusia dan pernah tahun 90-an, istilah "Angka Unti" cukup populer di kalangan orang Ambon, yang lebih menunjuk pada "Kegiatan Persetubuhan Antara Laki-Laki dan Perempuan". Bila "Angka Unti" yang dimaksudkan dalam lagu Naruwe itu menunjuk pada "Kegiatan Persetubuhan" itu, maka sangat tidak layak lagu itu dijadikan konsum…

Rindu Kampong

Ada satu lagu yang sering katong manyanyi waktu kacil (Yang lahir deng basar di Amahei pasti tahu lagu "Air Kawa")...



---------------------------------------------------------------------------

Air Kawa sio…
Sungguh indah dan jernih
Dari batu karang… mengalirlah ke laut
Airnya dingin, sejuk . . . sejuk rasanya . . .
Sungguh indah air kawa, air yang terkenang

Ikan-ikan, kecil … besar
Keluar masuk dengan tenang…
S’tiap hari banyak orang s’lalu cuci pakaian . . .
Sungguh indah Air Kawa,
Air yang terkenang…

---------------------------------------------------------------------------

Sakarang beta seng tahu Air Kawa tu akang masih indah deng bagus macang dolo lai ka seng? Jang lupa, di Air Kawa Amahei juga ada morea banyak, besar-besar lagi. Ada yang ikat berang merah, pake anting. Tapi memang seng terekspos selama ini.

How To? Pasang Iklan di Blog Anda

Mau Pasang Iklan di Blog Anda???

Saya sebenarnya baru coba-coba mulai dan hendak berbagi juga tentang hal yang satu ini.



Apa itu Adsense
Rekan rekan semua tau Google?,Ya.. siapa sih yang ngak kenal sama mesin pencari(Search Engine)Google yang satu ini. saya sendiri tiap ke internet dan mau mencari informasi yang saya butuhkan pasti pertama kali yang saya tuju adalah google. ya dengan hanya mengetikkan kata kunci(keyword) di search engine Google maka semua yang kita inginkan akan terlihat di situsnya Google. Pernah lihat Link link sponsor yang ada di sebelah kanan hasil pencarian Google?. Nah itu namanya Advertiser yang memasang iklan di Google yang namanya iklan Google Adsense. apa itu Adsense?. Adsense adalah program penyedia iklan (ad = advertisement) dari Google.com yang benar-benar “make sense”, yaitu bisa memberikan hasil yang sangat tinggi (beberapa orang mendapat ribuan dollar perbulan dari Adsense). Anda akan dibayar jika ada pengunjung meng-klik iklan Google yang Anda pasang d…

BERPIKIR ETIS: Kerangka Kerja Pengambilan Keputusan Moral

Masalah moral diperhadapkan kepada kita setiap hari. Media masa menyuguhkan berbagai macam masalah. Kenyataan di depan mata membuat kita tahu bahwa ada masalah. Situasi di kantor, sekolah, pasar, jalan raya, di mana saja menyajikan seribu satu persoalan. Dalam kenyataan itu, kita dihujani dengan pertanyaan-pertanyaan tentang keadilan, kejujuran, hak dan kewajiban, aturan, dll.

Pertanyaannya adalah apakah dalam menghadapi setiap persoalan dan ketika pertanyaan-pertanyaan itu hinggap dalam pikiran kita, kita telah berpikir secara etis?

Menjadi menarik membicarakan tentang etika karena berhubungan dengan proses pengambilan keputusan kita setiap hari. Dalam setiap awal kegiatan pembelajaran di semester baru, saya mencoba untuk mencari tahu apa yang mahasiswa pahami tentang etika. Jawabannya bermacam-macam. Etika itu moral, perilaku, sopan-santun, aturan, norma, kebiasaan, adat-istiadat, kesusilaan, tata-krama, dll yang sejenis dengan itu. Artinya semua hal yang menjelaskan bagaimana kita ha…

Pencarian Jati Diri: Kesulitan Epistemologi

Beberapa bulan yang lalu, beta menerima satu e-mail dari seseorang di Belanda yang bernama Leo Burnama. Isinya singkat saja: “Salam kenal. Bung, beta Leo Burnama di Belanda. Beta cari-cari di internet tentang Amahei dan beta temukan alamat e-mail bung. Beta minta tolong kalau bung bisa, cari tahu tentang asal-usul katong Burnama di Amahei. Terima kasih”.


Dalam e-mail balasan, beta bilang akan berusaha semampu beta. Beta s’karang di Jayapura dan sulit juga untuk cari tahu dan kalau mau tahu, itu artinya beta harus pulang ke Amahei. Beta coba lacak di internet dan dapatkan sekian banyak orang yang memakai Burnama. Beta coba hubungi mereka satu per satu lewat alamat yang mungkin. Beberapa hari kemudian muncul banyak jawaban tentang itu di e-mail beta. Ada banyak Burnama, tetapi sebagian besar hanyalah nama keluarga di daerah Medan dan Palembang dan bukan marga dari Amahei.
Beta coba ingat-ingat lagi ke belakang dan ternyata ada Burnama yang memang dari Amahei tetapi sudah keluar dan tida…

Pelajaran dari Guko sang Lelaki Tua

Ada pelajaran dari China tentang “Guko Memindahkan Gunung”. Dahulu kala, ada seorang yang sudah sangat tua bernama Guko hidup di China. Di depan rumah lelaki tua itu ada gunung yang sangat tinggi dan gunung itu menghalangi dirinya untuk datang dan pergi dari rumahnya. Akhirnya dia tidak tahan lagi dan memutuskan untuk meratakan gunung itu bersama dengan anak laki-laki dan cucu laki-lakinya. Tentu saja semua orang yang melihat hal itu menertawakan kebodohan mereka yang mencoba untuk meratakan gunung itu, tetapi ejekan dan tertawaan mereka tidak mempengaruhi laki-laki tua itu. Ia menjawab mereka, “pada saat aku mati, aku memiliki anak. Anakku akan memiliki anak, dan anak dari anakku akan memiliki anak dan seterusnya dan seterusnya. Jika kami semua keturunan per keturunan menyisihkan waktu untuk meratakan gunung ini, maka gunung ini tak akan lagi menjulang tinggi di hadapan kami. Jadi tak ada apapun yang dapat menghalangi kami melakukan pekerjaan ini”.
Apa makna cerita ini? Cerita ini mem…

Kita Hidup Hanya Sekali

Tidak jadi masalah seberapa banyak manusia berdoa atau memohon, ketika kita harus mati, ya kita mati dan ketika kita belum berbuat sesuatu pada saat itu, kita tetap tidak dapat melakukannya. Manusia hidup dalam keterbatasan, termasuk batas kehidupan seseorang tidak peduli siapap pun dia. Tetapi bagaimanapun, ada makna yang muncul dari kehidupan dan jalan-jalannya dan menjadi pilihan bagi setiap orang dalam menghidupi kehidupan. Jadi, ketika kita berpikir tentang sesuatu, cobalah untuk melakukannya. Ketika kita dapat menggapainya, kita dapat menikmatinya dalam kepuasan hidup. Setiap orang akan merencanakan yang terbaik dalam hidupnya, pengembangan karier, kepercayaan diri dan lainnya. Karena itu, gunakan kesempatan sebaik mungkin tanpa harus dikatakan sebagai oportunis karena kesempatan yang diambil muncul dari idealisme tentang pengembangan diri. Jadikan kritikan sebagai vitamin yang dapat menyehatkan jiwa dan semangat kita. Jangan menyerah selama otak kita masih bisa berfungsi, jantu…

Semester Berlalu, Cape banget....

Tahun 2005, saya ke Papua. Saya ditugaskan di Kampus STT GKI Izaak Samuel Kijne Jayapura sebagai dosen dpk Kopertis XII Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat.

Tiba di sini, ternyata ada sedikit masalah dengan administrasi kampus yang "sedikit" tidak rapi. Laporan kampus (EPSBED) yang "sedikit" kacau". Saya kemudian berinisiatif untuk merapikan beberapa hal terkait dengan EPSBED.

Ternyata cape juga, tiap selesai semester saya mesti mengerjakan EPSBED dengan arsip yang sedikit mengenai nilai-nilai mahasiswa. Tetapi bisa dikerjakan juga... Menjadi dosen sekaligus operator EPSBED memang melelahkan, walaupun mahasiswa kami tiap tahun ajaran cuma sekitar 250 orang. Dengan manajemen pengarsipan yang kurang memadai, membuat saya seperti mengerjakan EPSBED di kampus dengan mahasiswa ribuan orang.

Ini sih bukan keluhan, cuma sedikit melampiaskan kelelahan di dunia punya anak pa Indra, "Maya" namanya.....

Tentang Ravenska Radjawane Wagey, Ph.D

Hari ini saya browsing di internet, dan temukan profil seseorang yang memang tidak saya kenal langsung, Ravenska Radjawane Wagey, Ph.D, tetapi ayahnya sangat saya kenal dan beberapa orang kakak saya sangat mengenal beliau, Dr. A.N. Radjawane. Dr. Radjawane, dosen Bahasa Ibrani dan Biblika Perjanjian Lama saya waktu masih di Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Maluku adalah seorang yang tegas dan disiplin dalam proses pembelajaran. Dengan setumpuk tugas dan tanggung jawab beliau, masih menyempatkan waktu untuk mengajar kami. Sekitar tahun 1998, beliau menjadi anggota MPR RI dan pensiun dari tugas beliau sebagai dosen.



Saya masih ingat kenangan pahit tahun 1997 yang berhubungan langsung dengan beliau. Waktu itu, kami beberapa orang membantu teman-teman dalam Ujian Akhir Semester dan beliau dengan tegas meminta agar kami diskors atau beliau akan mengundurkan diri. Pelajaran pahit itu kemudian membuat saya pribadi kembali memikirkan arti dari kasih kepada sesama yang sebenarnya …

Dimana Gereja...?

Hari ini saya membaca salah satu berita di harian Cenderawasih Pos (harian terkemuka di Papua) tentang Pengrusakan Rumah Ondoafi (kepala suku) di Kampung Tablasupa karena konflik antara masyarakat dengan PT. SIP yang yang melakukan eksplorasi nikel di petuanan kampung tersebut.

Akhir-akhir ini, konflik sumber daya alam antara masyarakat dengan PT. SIP telah semakin memanas, sampai dengan penggunaan kekerasan. Di level elit, konflik pun terjadi antara Pemda Kabupaten Jayapura dengan Pemda Provinsi Papua dengan alasan bahwa izin yang dikeluarkan oleh Gubernur Papua tidak sesuai prosedur.



Masalahnya adalah kebijakan pemerintah yang mengorbankan masyarakat dalam arti bahwa kebijakan itu kemudian menjadi pemicu konflik horisontal antar masyarakat (yang mendukung eksplorasi PT SIP), konflik masyarakat dengan PT SIP dan konflik vertikal antara masyarakat dengan pemerintah daerah.

Dalam konteks itu, di mana posisi gereja?... Pertanyaan ini adalah pertanyaan hipotesis terhadap Posisi, Fungsi da…

Regenerasi Kekerasan II

Dalam tulisan bagian pertama tentang topik yang sama, penulis telah membahas sampai pada pilihan yang diberikan oleh John W. Burton, seorang peneliti dan penulis di bidang resolusi konflik. Pada bagian kedua ini, penulis akan melanjutkan pilihan-pilihan yang diberikan bagi kita oleh dua orang yang cukup berpengaruh di bidang filsafat yaitu Paul Riceour dan Rene Girard. Pilihan-pilihan memahami kekerasan pada bagian I dan II ini dimaksudkan sebagai alternatif saja dan bukan sebagai keharusan bagi kita yang mau menghidupi kehidupan secara damai di tanah ini.



Konflik juga adalah upaya untuk menunjukkan identitas diri sebagai orang-orang yang memiliki inisiatif dan kehendak yang bebas. Paul Riceour dalam bukunya Oneself As Another (1992) mengatakan bahwa identitas dari tiap orang ada dalam alur narasi dan pada akhirnya terbuka untuk direvisi. Identitas tersebut muncul dalam perjalanan waktu, ketika manusia diperhadapkan dengan pilihan-pilihan dalam masyarakatnya. Proses regenerasi kekerasa…

Regenerasi Kekerasan I

Konflik dengan kekerasan berdampak buruk bagi semua orang. Kalaupun ada yang merasa beruntung dengan konflik itu, mereka adalah orang-orang yang suka memakai kekerasan untuk mengontrol dan memaksakan kehendaknya pada orang lain. Tulisan ini merupakan elaborasi dari pemikiran beberapa pemikir yang kiranya dapat menjadi satu sisi dari upaya menjelaskan tentang kekerasan. Dalam kepedulian akan keberadaan generasi muda dan anak-anak yang selalu saja menjadi korban berat – masa depan suram – kekerasan di mana saja, maka kiranya kita dapat berdiskusi lebih lanjut dengan beberapa pemikiran tentang itu.



Kekerasan itu bisa menimpa siapa saja dan di mana saja juga bisa dilakukan oleh siapa saja dan di mana saja. Semua orang memiliki potensi sebagai target sekaligus pelaku kekerasan. Hal itu dapat terjadi karena jati diri seseorang atau identitas suatu kelompok hanya dapat diketahui dan dikenali bila individu atau kelompok itu memiliki musuh. Pembedaan antara lawan dan kawan adalah salah satu kon…

Gara-Gara Cermin

Ada satu keluarga, terdiri dari ayah, ibu, Tommy anak laki-laki mereka dan istrinya. Mereka tinggal di tengah hutan dan hampir tidak disentuh modernisasi. Suatu saat, anak laki-laki mereka sementara berkebun dan dia menemukan sepotong cermin. Dia membersihkan kotoran dari cermin itu dan terkejut ketika melihat ada wajah yang lain di hadapannya.
Tommy: “Wah, ini ko sudah sa pu teman ini”.
Dia terus mendekap cermin itu. Setibanya di rumah, dia terus memandang wajah temannya di cermin itu. Malamnya waktu mau tidur, dia melihat kembali ke cermin itu,
Tommy: “Tong tidur sudah, sa ngantuk skali. Slamat tidur”.
Istrinya mendengar dia bicara sendiri dan ingin tahu, suaminya bicara dengan siapa. Istrinya masuk ke kamar dan mendapatkan cermin dalam pelukan sang suami. Cermin itu diambilnya dan dihadapkan ke wajahnya. Pada saat melihat wajahnya di cermin, dia kaget dan menangis.
Istri Tommy: “Ooooo… kaka, ko sudah punya perempuan lain. Ko dari tadi bicara dengan dia, ko tra perlu dengan sa lagi. O…

Wacana Moralitas Yang Menindas

Masih panas kontroversi mengenai Rancangan Undang-Undang Anti Pornografi dan Pornoaksi (RUU APP) di Indonesia. Bukan saja di Jakarta yang merupakan pusat penyelenggaraan negara, tetapi juga di daerah-daerah yang kemudian berimbas pada terpuruknya hubungan-hubungan kemanusiaan. Sikap pro dan kontra terhadap pengesahan RUU APP ini lahir sebagai ungkapan kepedulian terhadap moralitas manusia Indonesia yang katanya “semakin terpuruk”. Tetapi sejalan dengan itu, ancaman dan paksaan juga terus menerus dilakukan oleh sekelompok orang atas nama moralitas. Pertanyaannya, moral macam apa yang harus diperjuangkan dengan ancaman dan paksaan yang adalah kekerasan?



Masalah moral memang menjadi perhatian serius bangsa ini. Pertanyaannya, siapa yang dapat menentukan baik buruknya moral seseorang? Bukankah moral itu lahir dari proses pergulatan panjang manusia untuk menemukan ”jalan kehidupan” yang dipengaruhi pelbagai faktor: ekonomi, sosial, psikis, politik, kultur, insting, dan kepentingan pribadi. …

Saatnya Bilang MERDEKA

Kata “merdeka” sudah tidak asing lagi di telinga dan benak kita. Apalagi ketika kita memahami bahwa sementara terjadi penindasan dan penjajahan terhadap hak asasi selaku manusia. Bagi bangsa Indonesia, kata ini mengandung pengertian yang dalam karena sarat dengan perjuangan panjang, tetesan darah dan air mata. Tetapi setelah memasuki 63 tahun bangsa ini merdeka, apakah kita telah benar-benar merdeka?



Mungkin terlalu jauh hari untuk membahas tentang 63 tahun Indonesia Merdeka, tetapi dalam keprihatinan yang mendalam, saya mau juga membahasnya. Biasanya menjelang 17 Agustus, di mana saja yang ada orang Indonesia-nya sangat ramai dengan persiapan-persiapan peringatan hari keramat itu. Sungguh tanggal itu dikeramatkan sebagai tanda bebasnya bangsa ini dari penjajahan bangsa lain. Mulai dari kegiatan olah raga sampai kesenian, mulai dari tingkat RT sampai nasional ada saja yang digelar menyambut hari kemerdekaan. Tidak sebatas itu, dari Ketua RT, Kepala Sekolah, Kepala Kantor sampai pada Pr…

For Nona-Nona Ambon

Hari ini beta sempat cek di google, daftar blog anak-anak Ambon. Beta dapat banyak sekali dan ternyata yang nona-nona dari Ambon juga banyak yang punya blog. Mungkin ada yang baca beta punya tulisan ini karena beta mau sarankan supaya nona-nona dari Ambon di mana saja berada bisa bikin satu kumpulan blog yang anggotanya nona-nona untuk membahas bagaimana Perempuan dari Ambon punya harkat dan martabat bisa berada pada posisi yang seharusnya. Artinya, suatu kumpulan blog yang membahas tentang pengarusutamaan jender khususnya di Ambon. Jangan yang laki-laki saja yang tampil di dunia maya, tapi beta anggap nona-nona dong su mantap skali... Ok, itu saran saja dari beta yang jauh di Papua.

HP Menuju

Ada Pace PNS satu yang setiap terima gaji pulang terlambat. Dia punya istri cari tahu mengapa Pace ni pulang terlambat t’rus tiap kali gajian. Dua tiga bulan, Mace marah Pace trus. Pace t’ra mau dapat marah, Pace beli HP Nokia Communicator 9500 buat Mace. Pace bilang: “Mace, ini saya beli HP buat Ko supaya kalo saya pulang terlambat atau lembur Ko bisa kontak saya saja”.
Bulan berikut, Pace pulang terlambat lagi. Mace telpon, Pace bilang: “Mama, saya lagi lembur s’karang”. Mace t’ra percaya, Mace telpon Pace punya teman-teman. Dorang s’mua bilang kalo Pace lagi jalan ke Bar. Mace ikut ke Bar, lihat Pace lagi gandeng perempuan dua orang. Mace sembunyi di samping pintu, langsung angkat HP buat telpon Pace. Pace punya telpon bunyi, pas Pace lihat begini, ada tulis, “Mama memanggil”. Pace langsung lepas perempuan sambil jalan keluar jawab telpon: “Mama, ko posisi di mana skarang ka, Ko bae-bae saja to Sayang?” Mace berdiri hadang Pace, Pace belum dapat lihat Mace, Mace jawab telpon: “Saya…

Menafsir MOB Orang Papua

Hampir tiga tahun berada di Jayapura – Papua, sejak Juni 2005, saya mencoba untuk memahami situasi dan keadaan orang/masyarakat Papua dalam keseharian mereka, khususnya di Jayapura. Pemahaman tersebut penting bagi saya guna menentukan di mana saya harus memposisikan diri dan bagaimana saya harus berperan dan berfungsi dalam suatu situasi yang cukup baru bagi saya (tidak bias dikatakan sama sekali baru karena beberapa teman kuliah saya dulu berasal dari Papua). Dalam pengamatan saya, pada setiap waktu luang, ketika dua, tiga orang atau lebih bertemu dan berkumpul, entah itu di jalan, rumah, pantai, tempat kerja, pasar, terminal, dll, selalu saja ada cerita lucu yang diceritakan.
Cerita-cerita lucu itu dalam ungkapan orang Papua disebut dengan MOB (dulu waktu pertama masuk dan selama berkuliah di Fakultas Teologi Universitas Kristen Indonesia Maluku, yang selalu menceritakan MOB – jago MOB – adalah teman-teman dari Papua. Kami yang orang Maluku juga memiliki beberapa cerita MOB, tetapi …

Modal Spiritual

Pembahasan tentang modal spiritual tidak lepas dari perkembangan teori-teori pembangunan. Namun menemukan sumber tentang modal spiritual (Spiritual Capital) cukup sulit, bahkan di dalam dunia yang tidak terbatas “internet” sekalipun. Sepertinya gagasan tentang modal spiritual ini lebih intens dibahas pada tahun-tahun belakangan ini. 
Peter Berger dan Robert Hefrer dalam papernya tentang Modal Spiritual (2004) berpendapat bahwa gagasan ini sebenarnya telah muncul dan dibicarakan sejak lama, sampai pada saat Max Weber menghasilkan karyanya The Protestant Ethic and The Spirit of Capitalism. Karya Weber tersebut kemudian menjadi bahan studi bertahun-tahun oleh para ahli ekonomi pembangunan yang mencoba menemukan hubungan antara keberagamaan manusia dengan pembangunan khususnya kapitalisme modern. Masalahnya menurut mereka adalah kapitalisme modern itu sendiri telah mengalami perkembangan dan perubahan yang tidak main-main jauh melampaui ramalan Weber. Konteks yang berbeda antara situasi …

FRUSTRASI DAN KEKERASAN POLITIK

Maraknya aksi masyarakat di Papua mengajukan tuntutan kepada pemerintah menimbulkan banyak hal yang patut dipertanyakan. Yang menarik dari fenomena ini adalah bahwa aksi-aksi tersebut muncul terus-menerus. Bahayanya adalah akan muncul kekerasan politik secara komunal melawan pihak-pihak yang selama ini dianggap tidak memperhatikan nasib hidup manusia di Papua. Tulisan ini tidak bermaksud membahas masalah-masalah tersebut, tetapi lebih bertujuan untuk membedah dengan singkat apa yang ada di balik peristiwa-peristiwa tersebut.



Tentu saja aksi-aksi kekerasan dalam demonstrasi massa hanyalah salah satu bentuk aktualisasi kekerasan.
Aktualisasi kekerasan adalah tahap terakhir suatu “kekerasan politik”. Hal pertama yang sering menjadi alasan adalah rasa ketidakpuasan. Ketika rasa ketidakpuasan itu muncul maka ada potensi politisasi dari para aktor yang terlibat. Politisasi terhadap rasa ketidakpuasan adalah tahap kedua dari rangkaian kekerasan politik. Politisasi itu dengan sendirinya akan m…