Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2011

Provokasi Damai Dalam Perspektif "Social Traps"

Hari ini, seorang temanku menulisi damai dalam perspektif “problem of trust”. Saling percaya telah menjadi faktor penentu bagi perjumpaan-perjumpaan yang melampaui identitas-identitas komunal-religi. Ketika membaca tulisan beberapa rekan di Ambon tentang situasi terakhir pasca “bentrok massa” 9/11 yang berangsur damai, saya ikut bersyukur sekaligus merenung. Apakah hal itu akan sementara saja atau akan berlangsung terus di pulau yang manise itu. Tulisan-tulisan yang bernas itu telah menjadi provokasi damai yang menggugah.
Damai, entah dalam pengertiannya yang negatif (tiadanya perang dan atau kekerasan fisik) atau dalam pengertiannya yang positif (adil, sejahtera, makmur, sentosa, dll.) tetap saja menjadi impian. Ada teman yang menyatakan bahwa damai akan lebih bermakna bagi masyarakat yang pernah merasakan perang, konflik, rusuh, dll. Kalau soal makna, tentu tak dapat disalahkan.
Perenungan saya tiba pada sedikit keyakinan bahwa semua rekan di Ambon telah mulai berhas…

Tentang Penis dan Selaput Dara

Alkisah, si A dan si B sama-sama laki-laki. Darimana anda tahu mereka sama-sama laki-laki? Ya itu, mereka sama-sama punya “Penis”. Mereka sama-sama dikaruniai sifat keingintahuan dan alat untuk memenuhi keingintahuan itu.
Pada titik tertentu, si A dan si B telah memperoleh kebenaran pragmatis tentang fungsi “Penis”nya. Menembus “selaput dara” untuk tahu apa yang ada di baliknya. Tentu tidak perlu ditutupi karena itu adalah “common sense”.
Setelah keingintahuan itu terjawab, apa yang terjadi?
Tidak cukup sampai di situ, si A memang menerima bentuk dan fungsi “Penis”nya, tetapi masih ada spirit lain yang mengganjal. Keingintahuan tentang apa yang ada di balik “selaput dara” mitologi yang dijaga ketat oleh penganut kreasioner. Lapisan atmosfir bumi adalah “selaput dara” baru yang perlu ditembus sehingga diimajinasikanlah “Penis” buatan yang berfungsi menembus, melampaui “selaput dara” itu. “Roket” pun diciptakan, menurut gambar dan rupa “Penis” sebagai bentuk kecerdasan. P…

Damai = Tenunan Akal Sehat dan Jiwa-Jiwa Penuh Cinta

Hampir tigabelas jam tidak tertidur, hanya coba merenung setelah menyimak beberapa pandangan. Seorang teman di jejaring sosial menyatakan: “Agama yang dogmatis akan membuat manusia malas berpikir dan mematikan keingintahuan”. Belum habis perenungan, muncul lagi pandangan yang menggugah soal “Merawat Indonesia Dengan Akal Sehat” dari seorang pemikir Indonesia. Di akhir pidato budayanya, ia menyatakan tentang keinginannya agar di hari-hari yang akan datang, politik diselenggarakan dengan kekuatan argumen, bukan kumpulan sentimen. Subuh hari ini, membaca lagi pemikiran berdasar pengalaman berharga seorang teman di sudut Ambon yang mengalami “sedikit rusuh” beberapa waktu lalu yang menulis tentang bagaimana cinta diprovokasikan oleh orang-orang yang menjadi korban.
Seharian ini, ada tiga pandangan yang betul-betul mengimpresi indra, merasuki otak dan memaksa diri agar jangan dulu menutup mata untuk tidur, tetapi berefleksi dan berekspresi sebelum semua kabur terbawa mimpi.…

Bacaan Hari Ini (Kamis, 15 September 2011)

Jam 4.00 pagi, saya bangun dan berdoa. Sambil berdoa, tangan ini membuka Alkitab dan halaman yang saya buka adalah Kitab Yeremia, yaitu Yeremia 11 dan 12. Terdapat 2 (dua) perikop, Nyawa Yeremia Terancam di Anatot (Yeremia 11: 18-23) dan Keluhan Yeremia dan Jawab Allah (Yeremia 12: 1-17).

11:18-23 = Nyawa Yeremia terancam di Anatot(18) TUHAN memberitahukan hal itu kepadaku, maka aku mengetahuinya; pada waktu itu Engkau, TUHAN, memperlihatkan perbuatan mereka kepadaku.(18) TUHAN memberitahukan kepadaku tentang rencana jahat musuh-musuhku terhadapku.(18) And the Lord gave me [Jeremiah] knowledge of it [their plot], and I knew it; then You [O Lord] showed me their doings.(19) Tetapi aku dulu seperti anak domba jinak yang dibawa untuk disembelih, aku tidak tahu bahwa mereka mengadakan persepakatan jahat terhadap aku: "Marilah kita binasakan pohon ini dengan buah-buahnya! Marilah kita melenyapkannya dari negeri orang-orang yang hidup, sehingga namanya tidak diingat orang lagi!&q…

Perkataan

PERKATAAN, seperti anak panah. Sekali melepaskannya, tak mampu kita menguasainya. Jadi, berlakulah seperti seorang pemanah yang arif dan mahir; jangan melepaskan anak panah sebelum memperhitungkan jalannya. PIKIRKAN MATANG-MATANG SEBELUM MENGELUARKAN PERKATAAN-PERKATAAN. Banyak orang yang gugur karena mata sangkur, tetapi tidak sebanyak yang jatuh karena LIDAH. (Cornel Alyona)

Lemah Lembut

"LEMAH LEMBUT (ENGLISH = MEEK)"

Matius 5:5Blessed (happy, blithesome, joyous, spiritually prosperous--with life-joy and satisfaction in God's favor and salvation, regardless of their outward conditions) are the meek (the mild, patient, long-suffering), for they shall inherit the earth!2Matius 11:29Take My yoke upon you and learn of Me, for I am gentle (meek) and humble (lowly) in heart, and you will find rest ( relief and ease and refreshment and recreation and blessed quiet) for your souls.3Galatia 5:23Gentleness (meekness, humility), self-control (self-restraint, continence). Against such things there is no law [ that can bring a charge].4Efesus 4:2Living as becomes you] with complete lowliness of mind (humility) and meekness (unselfishness, gentleness, mildness), with patience, bearing with one another and making allowances because you love one another.

Dalam bahasa Inggris kata lemah lembut diterjemahkan 'meek', sebuah kata yang jarang sekali dipakai m…

Up Date Informasi Dari Ambon Pasca Bentrok 9/11 - (II)

Informasi dari Pdt. Jacky Manuputty (Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Gereja Protestan Maluku)Tabea Basudara,

Berikut saya salin Maklumat Majelis Latupati Maluku:

1. Dihimbau kepada semua Masyarakat adat di maluku, khususnya Kota Ambon untuk tidak terprovokasi dengan dengan isu-isu yang menghancurkan tatanan adat & budaya kita.
2. Membantu pemerintah daerah dalam menjaga kamtibmas, menjamin keselamatan setiap masyarakat adat yang beraktifitas dalam wilayah hukum adat negeri masing-masing.
3. Diharapkan agar tidak memblokir jalan pada semua akses transportasi.
4. Apabila ada provokator/penyebar isu-isu, baik SMS atau apapun, segera ditangkap dan laporkan ke pihak berwajib.
5. Diharapkan kepada pihak keamanan agar dapat menindak tegas siapapun dia yang mengacaukan situasi ini.
6. Diharapkan kepada semua media, baik cetak maupun elektronik, dalam menyampaikan berita-berita yang sejuk dengan penuh kebersamaan.

Mari katong ciptakan suasana yang rukun dan damai di Ne…

Up Date Informasi Dari Ambon Pasca Bentrok 9/11 - (I)

Informasi ini datang dari Pdt. Jacky Manuputty (Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Gereja Protestan Maluku)

Tabea Basudara, Maaf saya baru bergabung untuk meng-update situasi Amq. Saya baru sempat online malam ini, setelah sejak hari Minggu sampai beberapa menit tadi terus menerus melakukan koordinasi lintas kawasan dengan jaringan perdamaian lokal, serta simpul-simpul LAIM. Sekedar tambahan berita untuk melengkapi yg sudah di-share teman lainnya, terutama terkait dengan upaya-upaya meredakan konflik:

1. Segera setelah benturan terjadi pada Minggu sore, warga masyarakat Jazirah Salahutu yg terdiri dari beberapa Negeri Muslim (Tulehu, Liang, Tengah-Tengah )dan 1 negeri Kristen (Waai) berinisiatif melakukan pertemuan kawasan pada Minggu Malam, dan mendeklarasikan Jazirah Salahutu sebagai wilayah aman. "Raja" Negeri Tulehu, John Ohorella mengeluarkan maklumat bagi masyarakatnya dan meminta tidak terprovokasi dengan perkembangan situasi di pusat Kota Ambon.