Selasa, 20 September 2011

Tentang Penis dan Selaput Dara

Alkisah, si A dan si B sama-sama laki-laki. "Darimana anda tahu mereka sama-sama laki-laki?" Ya itu, mereka sama-sama punya Penis. Mereka manusia yang punya akal, mereka laki-laki yang punya Penis. Mereka sama-sama dikaruniai sifat ingin tahu, karena berakal, dan alat untuk memenuhi keingintahuan itu, yaitu berPenis.

Pada titik tertentu, si A dan si B telah memperoleh banyak kebenaran tentang Penisnya. Secara koherensif, dan korespondensif, Penis itu sama dengan penis-penis sebelumnya. Secara pragmatis, fungsi Penisnya adalah untuk menembus Selaput Dara, untuk tahu apa yang ada di baliknya. Tentu tidak perlu ditutupi karena itu adalah common sense. Semua orang juga tahu itu.

Setelah keingintahuan itu terjawab, apa yang terjadi?

Sumber: www.pixabay.com
Tidak cukup sampai di situ, si A memang menerima bentuk dan fungsi Penisnya, tetapi masih ada spirit lain yang mengganjal. Keingintahuan tentang apa yang ada di balik Selaput Dara mitologi yang dijaga ketat oleh penganut kreasioner. Lapisan atmosfir bumi adalah Selaput Dara baru yang perlu ditembus. Palung laut terdalam pun menjadi Selaput Dara lain yang harus ditembusi. Keinginan-keinginan itu sungguh kuat sehingga diimajinasikanlah Penis buatan yang berfungsi menembus, melampaui Selaput Dara itu. Roket pun diciptakan, menurut gambar dan rupa Penis sebagai bentuk kecerdasan. Penjelajahan ruang angkasa dimulai. Kapal Selam juga diciptakan menurut gambar dan rupa Penis. Penjelajahan laut dalam dimulailah. Seluruh isinya diteropong, menghasilkan pengetahuan baru. Kalau tanpa bantuan Roket dan Kapal Selam yang diimajinasikan berdasarkan bentuk dan fungsi Penis, tak mungkinlah dapat seperti itu.

Sumber: www.pixabay.com
Bagaimana dengan si B? Sayangnya, dia masih suka main-main dengan Penis originalnya. Menembus ke sana ke mari dengan alasan mencari tahu di balik Selaput Dara original. Dia masih hidup dalam bayang-bayang mitologi dan ideologi tentang sang Penis yang tak bisa salah karena pengetahuan dan kecerdasan satu-satunya hanyalah tentang Selaput Dara perempuan.

Si A dan si B, sama-sama punya Penis, sama-sama tahu kebenaran dan fungsinya. Tetapi karena beda habitus, si A dapat menciptakan sebentuk Penis yang lain (Roket dan Kapal Selam) untuk membantu meneropong guna menemukan jawaban-jawaban atas pertanyaan: "ada apa di balik Selaput Dara semesta?" Sementara si B, tak sedetikpun berpikir melampaui kepunyaannya, masih terus meneropong dan bertanya: "Ada apa di balik Selaput Dara di dalam Rok Mini dan Celana Perempuan?"

Tidak ada komentar:

Sampah Ambon